oleh

Ultimatum 3×24 Jam Serahkan Diri

-Hukum-1.278 views
PAGARALAM – Hari ini batas terakhir, Kapolres Pagaralam, AKBP Tri Saksono Puspo Aji SIk MSi mengultimatum pelaku pembuangan bayi. Di Dusun Gunung Agung Pauh Kelurahan Agung Lawangan Kecamatan Dempo Utara. Selama 3×24 jam, pelaku diminta untuk menyerahkan diri secara baik-baik. Tri menyatakan lebih baik menyerah ketimbang ditangkap.

“Kita tunggu itikad baik dari ibu pelaku untuk menyerahkan diri. Kasihan dengan bayinya ganteng yang sangat perlu didikan langsung dari ibunya,” ucap Tri. Ditemui setelah menengok bayi yang dibuang itu di Polindes Dusun Gunung Agung Pauh, kemarin.

Pelaku diminta untuk datang baik-baik kepada polisi atau masyarakat. Tri menjamin identitas pelaku akan dilindungi. Pelaku juga akan didampingi oleh aparat kepolisian. Ini supaya nama pelaku tetap terjaga, sekaligus untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi Tri menduga, pelaku masih di bawah umur. “Kemungkinan masih sekolah,” ujarnya.

Sayangnya Tri belum mau menjelaskan secara detail pelaku tersebut. Ia hanya memastikan, bahwa pihaknya telah mengantongi ciri-ciri pelaku. Ini setelah pihaknya melakukan penyelidikan terhadap orang-orang yang patut diduga untuk dicurigai. “Persoalan ini kompleks. Untuk motif nanti, bisa diketahui setelah pelaku menyerahkan diri,” ucap Tri tentang motif pelaku.

Seorang sumber mengungkapkan bahwa aparat kepolisian akan memfokuskan penyelidikannya ke beberapa sekolah di Kecamatan Dempo Utara. Senin mendatang, kata sumber ini, aparat kepolisian akan menggelar semacam kegiatan kesehatan di beberapa sekolah. “Harapannya, dalam kegiatan kesehatan itu, pelaku akan didapat,” ujar sumber yang enggan menyebutkan namanya ini.

Sementara itu Rihansidi, Ketua RW 02 Dusun Gunung Agung Pauh mengatakan, pihaknya menyerahkan persoalan hukum kepada aparat kepolisian. Pihaknya percaya aparat akan mampu mengungkap kasus ini. “Bagi kami, yang penting bayi itu selamat dan sehat,” ujarnya.

Sampai siang kemarin, bayi malang itu masih dirawat di Polindes Gunung Agung Pauh. Masyarakat setempat pun sudah memberikan nama untuk bayi ini yakni Rizki Raga Anugerah. Kapolres memberikan apresiasi kepada masyarakat yang begitu sigap untuk merawat bayi tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Selasa (19/3) masyarakat Dusun Gunung Agung Pauh geger. Ini setelah ditemukannya sesosok bayi dalam kantong kresek warna hitam. Bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan di pinggir siring. (ald)

Komentar

Berita Lainnya