oleh

Umar Said: Ada yang Ingin Memutarbalikkan Fakta Sejarah Kudeta PKI

SUMEKS.CO- PALEMBANG – Ribuan orang dari pelbagai organisasi, baik organisasi Keagamaan seperti Laskar dan ormas Islam, maupun organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), Minggu (5/7/2020) menggelar “Jalan Sehat Pancasila dan Apel Siaga Ganyang Komunis”.

Titik kumpul dan finishnya di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB). Pelbagai spanduk, mau pun yel-yel diteriakkan. Seperti “Jangan Takut, Jangan Medu. Payo Kito Bersatu”. Juga ada yel-yel yang menyerukan tentang Damai, Tertib, dan Berakhlak.

 

Termasuk himbauan untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan. Seperti jaga wudhu, jaga jarak, dan pakai masker. Ketua Forum Umat Islam (FUI) Sumsel, KH Umar Said menyebut, apel akbar yang mereka lakukan, untuk mewaspadai kebangkitan komunis.

“Jadi, bukan aksi. Tidak ada pernyataan sikap dan tuntutan,”ujar ustadz Umar Said.

Apel akbar tersebut, lanjutnya, hanya merupakan gerakan unjuk kekuatan agar pengusung komunis berpikir. “Bahwa, ada perlawanan dari segenap elemen bangsa,”sambungnya.

Ustadz Umar Said juga menyebut, masyarakat terutama para orang tua dan guru harus memperhatikan para generasi muda agar hati-hati terhadap kebangkitan paham Komunisme, Marxisme, dan Leninisne.

“Karena mereka banyak yang tidak tahu apa itu komunis. Sebab, selama ini masalah komunis sengaja ditutup-tutupi,”lanjutnya. Bahkan, sambungnya, banyak keturunan PKI yang memutarbalikkan fakta sejarah tentang kudeta PKI terhadap negara, yang dikenal dengan G30 S/PKI.

“Mereka keturunan PKI, berjuang keras untuk menghilangkan Tap MPR nomor 25 tahun 1966 yang berisi tentang larangan paham Komunisme, Leninisne dan Marxisme. Ini adalah bukti bahwa paham komunis akan bangkit kembali. Jadi, harus waspada,” pungkasnya.

Senada juga diungkapkan Sekjen Front Pembela Islam (FPI) Sumsel, Habib Mahdi Syahab.

“Ini sebagai pesan pada Pemerintah dan DPR, agar tidak melanjutkan pembahasan RUU HIP,” ujar Habib Mahdi.

Selain itu, lanjutnya, apel siaga menjadi peringatan tentang bahaya kebangkitan paham komunisme yang kini menjadi Neo Komunisme. Siapapun dan dari latarbelakang apapun, lanjutnya, jika itu mengancam NKRI, maka penegak hukum wajib mengusut tuntas.

Dirinya juga berpesan kepada semua laskar dan ormas Islam, juga kepada OKP-OKP yang loyal pada Pancasila dan NKRI, untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi kebangkitan paham komunis.

“Kami siap jihad,” pungkasnya. (vis)

 

Komentar

Berita Lainnya