oleh

UMKM Sumsel Tampilkan Karya di Ajang Karya Kreatif Indonesia 2019

-Nasional-94 views

JAKARTA – Bank Indonesia mendorong inovasi dan mendukung pemasaran UMKM binaan melalui program pengembangan usaha kreatif yang mengangkat budaya daerah, pemasaran UMKM yang menjangkau pasar global, dan pengenalan platform digital untuk pencatatan transaksi penjualan dan pembayaran.

Menurut Gubernur BI, Perry Warjiyo, hingga saat ini terdapat 898 UMKM binaan dan mitra BI. Diantaranya, 91 UMKM telah menembus pasar ekspor dengan nilai mencapai Rp 1,4 triliun dalam satu tahun terakhir.

“Dan lebih dari 355 UMKM telah memanfaatkan platform digital dalam pemasarannya, serta 173 UMKM telah mendapatkan pembiayaan perbankan,” ungkap Perry Warjiyo dalam sambutan pembukaan Pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2019 di Jakarta, Jumat (12/7).

Pelaksanaan pameran KKI 2019 ini mengangkat tema “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi melalui UMKM Go Export dan Go Digital”. Menurut Perry, hal ini merupakan salah satu strategi BI dari segi pemasaran untuk menghubungkan UMKM dengan tiga pihak, yaitu International Buyer, korporasi skala global, dan desainer yang memiliki akses ke pasar internasional.

“KKI 2019 menonjolkan keunggulan karya anak bangsa dari berbagai penjuru nusantara, khususnya di bidang fesyen, kerajinan dan kuliner yang diikuti oleh 370 UMKM yang terdiri dari 120 UMKM kategori kain, 88 kerajinan, dan 154 jenis produk kuliner olahan termasuk kopi,” pungkasnya.

Pada pameran KKI 2019 ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel menampilkan UMKM unggulan Sumsel dengan produk unggulan. Antara lain produk kain tradisional Jumputan, Tajung, dan Blongsong dari Griya Kain Tuan Kentang, kain tradisional Songket dari Harapan Baru Songket, kain tradisional Songket Pewarna Alam dari Nirmala Songket, serta kerajinan perhiasan tradisional Palembang dari Pyo Jewellery.

“Seluruh produk yang dipamerkan merupakan produk-produk premium karya para pengrajin Sumsel. Untuk memeriahkan pameran ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel juga mengajak UMKM mitra di industri kopi,” ungkap wanita yang akrab disapa Sari ini.

Adapun UMKM mitra yang ikut serta yaitu Beskabean dan Rumah Kopi Sumsel untuk mengenalkan produk kopi premium dari lima Kabupaten/Kota di Sumsel yaitu Muara Enim, Lahat, Empat Lawang, Ogan Komering Ulu Selatan, dan Pagaralam.

Selain pameran, rangkaian kegiatan KKI 2019 juga diisi dengan business matching yang pada hari pertama diikuti oleh 91 UMKM, 28 UMKM diantaranya telah mendapatkan pembiayaan bank, 33 UMKM telah melakukan ekspor, dan 30 UMKM telah berjualan on-line melalui e-commerce.

“Dengan berbagai kegiatan pada pameran KKI 2019 tersebut, minat masyarakat terhadap produk UMKM kreatif Indonesia akan meningkat yang diikuti dengan semakin besarnya potensi pasar industri kreatif, khususnya untuk kaum milenial dan profesional. Hal ini tentunya akan memberikan nilai tambah pada industri kreatif Indonesia,” lanjut Sari.

Pameran KKI 2019 ini dimulai 12 Juli hingga 14 Juli di Jakarta Convention Center, tanpa dipungut biaya masuk area pameran. Pameran yang diresmikan oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo, ini dihadiri juga oleh Ketua Dekranasda Sumsel, Hj Febrita Lustia Herman Deru.(ety)

Komentar

Berita Lainnya