oleh

UMP Pantau Proses Hukumnya, Diksar Menwa yang Berujung Maut Itu

SUMEKS.CO-PALEMBANG– Pihak Kampus Universitas Muhammadiyah  Palembang (UMP) telah mengatahui tiga panitia Diksar Menwa, mahasiswanya,  yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah  mahasiswa fakultas hukum semester tiga; Khairil  Imami (19), Ibnu Sina (20), dan Riko Wilyan (20). Diketahui mereka ditetapkan tersangka atas dugaan melakukan tindak kekerasan terhadap peserta diksar Menwa yang  mengikutinya. Dan korban yang meninggal Moh Akbar (19), mahasiswa Universitas Taman Siswa.

 

”Ya saya sudah mengetahui ada mahasiswa saya UMP yang ditetapkan sebagai tersangka. Terhadap masalah dan kasus tersebut, pihak kampus masih melakukan rapat dan diskusi. Sekaligus   menunggu hasil sidang pengadilan,” kata Wakil Rektor Tiga UMP,  Dr Ir  Mukhtaruddin Muchiri, M.P kepada online,  Sumeks.co

Kampus, kata Wakil Rektor ini, sudah melakukan prosedur dengan benar terkait dengan Diksar. Tim Peserta Diksar telah  berangkat hari Sabtu, dan Senin Wakil Rektor Tiga  ini sempat ke lokasi  untuk memantau. Dan kembali melakukan pengarahan kepada peserta. ”Ingat tugas mahasiswa adalah sukses akademik, dan ini fardhu ain”jelasnya yang dimengerti para peserta,  menirukan.

 

Sedangkan suskses organisasi adalah fardhu kifayah. Dan tidak boleh ada kekekerasan fisik. Dan peserta sepakat itu. Tiba tiba  besoknya dia diberi tahu ada musibah, peserta meninggal. ”Saya tidak menyangka ini,”jelasnya. Dan tidak menyangka ada peserta lain dari UMP, tambahnya.

Dan sekarang sudah ditangani oleh pihak Polres dan Polda. Pihak kampus  samikna waathona. ”Dan saya serahkan ke polisi. dan saya harus patuh ke pihak yang berwajib dan tetap memantau,”

Pasca ditetapkan sebagai tersangka, kuasa  hukum tersangka, Eddy Kurniawan SH dan rekan, mengatakan pihaknya siap mengikuti proses hukum yang dilakukan oleh penyidik Polres Ogan Ilir.
“Kami  kuasa hukum  tersangka berterima kasih dengan penyidik Polres Ogan Ilir sudah sesuai prosedur menjalankan tugasnya. Kami berencana  mengajukan penangguhan penahanan karena kami anggap ketiga tersangka ini statusnya adalah mahasiswa aktif,” ujar Eddy

Diketahui, Kasus kematian yang diduga tidak wajar, dialami Muhammad Akbar (19) mahasiswa Universitas Tanam Siswa (Unitas) yang mengikuti pra-diksar, bersama para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP). Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli di  Mapolres Ogan Ilir (OI)  di dampingi Dirkrimum Polda Sumsel Kombes Pol. Yustan Alpiani, SIK, SH, M.Hum. Kapolres OI AKBP Imam Tarmudi , Kasat Reskrim AKP Malik Fahrin dan unsur jajaran Polda telah menggelar jumpa pers.

Menurut Irjen Pol Firli mengatakan, penyidik  menemukan bukti, baik saksi, hasil olah TKP, visum et refertum  yang hasilnya ada bekas kekerasan benda tumpul, menyebabkan kematian, Ketiga Tersangka tersebut  .
Dijelaskan Irjen Firli, ketiga tersangka merupakan panitia dari kegiatan Pra –Diksar, berlangsung di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten OI, dimulai 14 hingga 29 Oktober, namun baru berlangsung 3 dari, telah menelan korban jiwa.

Penyebab kematian, karena adanya  kekerasan benda  tumpul , dari hasil otopsi juga didapat tanda-tanda kekerasan di sekujur tubuh korban. Yakni adanya rembesan darah di dada, kemaluan, perut, di belakang dan kepala korban. Lanjut Kapolda, tidak menutup kemungkinan ada tersangka lainnya, untuk itu pihaknya masih terus mendalami  dari pengembangan kasus ini .(tj/ckm/sid)

 

 

Komentar

Berita Lainnya