oleh

UMP tak Naik, Buruh Geruduk Kantor Gubernur Sumsel

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Ribuan buruh dari berbagai organisasi, KSPSI, NIBA SPSI, FARKES SPSI, KEP SPSI, PPMI SPSI dan organisasi buruh lainnnya
melakukan aksi demo dan mogok di Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (30/11).

Dalam aksinya, mereka meminta agar Gubernur Sumsel H Herman Deru segera membatalkan Keputusan Gubernur Sumsel Nomor 746/kpts/Disnakertrans/2021 tentang UMP yang memuat UMP tidak naik.

Dalam aksi demo yang dilakukan, mereka membawa kertas dan spanduk yang bertuliskan “Pak Gubernur…Tolong bantu kami menaikkan UMP tahun 2022”

“Kalau gubernur cinta terhadap rakyatnya kaum buruh pasti bisa mengubah surat keputusan tidak naiknya UMP Sumsel,” kata Untung dari perwakilan KSPSI saat berorasi di Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (30/11).

Berbagai properti digunakan untuk aksi seperti spanduk bertuliskan “Maaf Nak Bukan Susumu yang Didiskon 50 persen Tapi Gaji Bapakmu yang Dipotong 50 persen.”

Ada juga Kirain Cuma Barang yang Bisa Didiskon 50 persen Dak Taunya Gaji yang Didiskon 50 persen.

Upah minimum provinsi (UMP) Sumatera Selatan (Sumsel) telah disahkan Gubernur Sumsel Herman Deru sebesar Rp3,14 juta.

Sementara itu Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Sumsel Ali Hanafiah, membenarkan bahwa UMP 2022 tidak naik.

“Kita masih melakukam konsolidasi untuk pernyataan sikap yang bakal dilakukan seluruh elemen buruh dan serikat pekerja,” tutupnya. (dey)

Komentar

Berita Lainnya