oleh

Undang Media, Kepala Perwakilan BI Sumsel Pamit

-Ekbis-95 views

SUMEKS.CO – Setelah satu tahun menjabat Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sumsel, Yunita Resmi Sari akhirnya pamit. Acara perpisahan digelar di kafe Lynne Jl. Kiranggo Wirosantiko No 1 C Palembang. Dalam kesempatan ini BI Sumsel mengundang awak media dan dua komunitas, yaitu Generasi Muda Bank Indonesia (GENBI) dan Wirausaha Bank Indonesia (WUBI).

“Kita sengaja mengundang media dan dua komunitas ini, karena selama ini sangat berperan penting dalam mensupport setiap program BI,” ujarnya saat menyampaikan kata sambutan.

Tanpa bantuan media dan komunitas, lanjut Yunita, program-program BI tidak akan tersampaikan dengan baik. “Utamanya informasi program kita kepada masyarakat, khususnya di Sumatera Selatan, ” cetusnya. Selanjutnya, Yunita akan menduduki jabatan baru sebagai Kepala Departemen Pengelolaan Logistik dan Fasilitas Bank Indonesia.

Dan, Kepala perwakilan BI Sumsel selanjutnya akan dijabat Hari Widodo yang sebelumnya menjabat Deputi Direktur KPwBI Sumsel. Ditambahkan Yunita, di sepanjang tahun 2019 perkembangan ekonomi Sumsel tumbuh signifikan, sebesar 5,67 persen. Hal ini cukup baik dibandingkan provinsi lainnya di wilayah sumatera, bahkan di Indonesia.

“Banyak hal yang telah saya dapat selama di Sumsel, untuk itu saya mengucapkan terima kasih dan meminta maaf apabila selama memimpin terdapat kekeliruan dan ada yang kurang berkenan dengan kawan-kawan semua
,” ujarnya.

Yunita juga sangat yakin perkembangan ekonomi di Sumsel selanjutnya akan semakin bertumbuh. “Ya, Sumsel masih akan mencatat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, karena ditopang tiga komoditi utama, batu bara, kelapa sawit, dan karet. Juga proyek-proyek infrastruktur seperti jalan yang perbaiki Pak gubernur,” ungkapnya.

Menurutnya, peningkatan sektor pertanian khusunya petani kopi harus lebih dikembangkan lagi. “Mungkin kedepan bisa diadakan pembinaan lebih lanjut, agar petani mendapatkan hasil yang bisa diekspor, ” sarannya.

Sedangkan terkait dengan inflasi di Provinsi Sumsel, menurut Yunita, berada pada 2.06 persen yang relatif sangat rendah, oleh sebab itu inflasi kenaikan harga di Sumsel relatif terjaga.

“Inflasi terjaga di Sumsel ini karena pasokan tercukupi pasokan yang semula kita bergantung dengan daerah lain, sekarang bisa diproduksi oleh daerah-daerah di Sumsel sendiri. Ditunjang juga dengan distribusi yang lancar secara berharap inflasi terjaga. Ini dapat mendorong penurunan angka kemiskinan karena daya beli masyarakat Sumsel terjaga, sementara suplay barang juga terpelihara,” tutupnya.  (nur)

Komentar

Berita Lainnya