oleh

Untung Rp140 Juta, Berharap Jadi Contoh

SUMEKS.CO-JAKARTA – Piala Presiden Bola Basket 2019 panen untung. Hanya dilaksanakan lima hari pada 20-24 November 2019 di Sritex Arena Solo, panitia pelaksana mendapatkan laba bersih Rp140 juta. Bahkan mereka bisa memberikan dana pembinaan ke PP Perbasi sebesar Rp100 juta dan sumbangan kepada para tokoh bola basket Indonesia total Rp40 juta.

“Saldo akhir setelah semua kegiatan, termasuk kegiatan ini, Rp140 juta masih ada sisa,” ungkap Lok Budianto, perwakilan PwC, auditor Piala Presiden Bola Basket 2019 dalam acara penutupan dan laporan hasil audit keuangan Piala Presiden Bola Basket 2019 di Jakarta, kemarin.

Dikatakan Budianto, selama mengaudit yang menjadi fokus pekerjaan adalah dana penerimaan dan pengeluaran. Penerimaan dari sponsor dan pengeluaran harus didukung dengan bukti. Kemudian semua ditempatkan dalam satu account. Dengan begitu, uang masuk dan keluar bisa dilihat dengan jelas.

“Kegiatan ini menarik karena dengan kemandirian pendanaan tanpa melibatkan APBN dan BUMN, bisa terselenggara turnamen yang sangat baik. Kunci agar kegiatan bersih adalah disiplin dalam mematuhi anggaran. Misal, pastikan berapa dana masuk dari sponsor lalu dibuatkan bujet penyelenggaraan. Mungkin juga ada biaya cadangan. Pastikan tidak melakukan pembayaran yang tidak dianggarkan. Semua jika dilakukan transparan dan disiplin pasti ada keuntungan dan bisnis juga jalan,” terang Budianto.

Ketua Steering Committee Piala Presiden Bola Basket 2019 Maruarar Sirait mengakui, kegiatan ini adalah contoh dalam menyelenggarakan kegiatan secara transparan. “Ini contoh. Presiden memang ingin ini menjadi contoh. Kita kawal ini agar jadi inspirasi. Semoga yang lain terinspirasi. Contoh 1,2,3,4 kemudian diikuti itu baru berhasil. Jika ditanya wartawan berapa untungnya ya dijawab, jangan sembunyi. Di zaman serba terbuka seperti saat ini tidak ada yang harus ditutup-tutupi,” tukas Bang Ara, sapaan Maruarar Sirait.

Ara berharap, ada banyak kegiatan di bola basket. Mengingat, kompetisi basket Indonesia hanya memakan waktu empat bulan setiap musimnya. Artinya, pemain basket masih banyak nganggurnya. “Ke depan harus banyak turnamen tapi harus berkualitas agar bisa menciptakan sumber daya manusia yang maju,” ungkap Bang Ara yang segera akan meluncurkan Piala Presiden untuk cabang olahraga catur.

Bagi Ketua PP Perbasi Dani Kosasih, pelaksanaan turnamen Piala Presiden sangat bagus bagi atlet lokal. Apalagi, turnamen ini memang memfokuskan menambah jam terbang bagi pemain lokal. “Turnamen ini sangat positif bagi perkembangan olahraga basket Indonesia. Pemain lokal jadi bertambah menit mainnya. Ini akan menjadi momentum terbaik untuk membuktikan diri pada Piala Dunia Basket 2023 nanti,” ucap Direktur IBL Junas Miradiarsyah.(kmd)

Komentar

Berita Lainnya