oleh

Upah Rp3 Juta, ini Kata Buruh

PALEMBANG – Kendati setiap tahun ada kenaikan upah minimum provinsi (UMP) untuk para buruh di Sumsel, hanya  saja ini dianggap masih belum layak dengan kondisi yang ada sekarang. Apalagi, perhitungan upah layak tadi dihitung dengan tenaga kerja yang masih bujangan ataupun belum memiliki tanggungan.

“Tidak kita pungkiri, perhatian pemerintah terhadap nasib para buruh ini terus meningkat. Namun dengan nilai UMR saat ini sekitar Rp 3 jutaan, masih belum layak. Terlebih lagi bagi kami yang sudah bekeluarga dan memiliki tanggungan anak dan istri. Karena yang dihitung untuk kebutuhan hidup layak tadi buruh yang masih lajang,” ujar Hermawan, koordinator wilayah Federasi Serikat Buruh Nikeuba Palembang saat menggelar aksi damai di kantor DPRD Sumsel, Rabu (1/5).

Bahkan dengan kondisi perekonomian yang ada sekarang, nominal sebesar Rp3 juta tadi untuk yang sudah berkeluarga dianggap belum mencukupi kebutuhan harian dari buruh. Karena itu, dirinya berharap ke instansi terkait termasuk Disnakertrans kabupaten/kota, Disnaker Sumsel, DPRD Sumsel, Polda Sumsel serta Kejaksaan Tinggi (kejati) Sumsel untuk turut bersama-sama membela hak dan nasib buruh ini ke pengusaha.

“Permintaan kita tidak banyak, sejahterakan para buruh dengan perhatikan upah yang layak, pemenuhan hak buruh dan penegakan hukum dan perlindungan hukum bagi para buruh yang selama ini menjadi korban kriminalisasi buruh,” terangnya. (afi)

Komentar

Berita Lainnya