oleh

Update: Kasus Pencabulan 4 Bocah Masih Dalam Proses BAP Penyidik Polres OKU

BATURAJA – Empat anak yang diduga menjadi korban aksi pencabulan terlapor oknum pensiunan PNS berinisial R, Senin  (25/1) datang ke unit PPA Satpolres OKU. Kedatangan dengan didampingi pengurus dari lembaga perlindungan anak (LPAI) Kabupaten OKU.

“Kita akan tetap kawal kasus ini,” kata Ketua LPAI OKU, Hasmiati ditemui di unit PPA Polres OKU. Disebutnya, dari 5 korban yang sudah memberikan surat kuasa pendampingan kepada LPAI hanya 4 yang hadir di Unit PPA.

Disebutnya, LPAI bertemu dengan salah satu saksi M dan pada 16 Januari 2021 membuat surat kuasa. “Tapi pada hari ini M tidak datang ke unit PPA untuk bisa melengkapi keterangan dan alat bukti di unit PPA,” sesalnya.

Karenanya, mendapat kabar kalau keluarga M akan berdamai dengan terlapor mereka menjadi terkejut. Menurutnya, kalaupun ada perdamaian, dia ingin kasus tersebut tetap berjalan.    Karena dampak dari perbuatan itu bisa mengganggu psikologis anak. “Jangan ada korban lain,” harapnya.

Ortu salah satu anak berinisial L, mengaku ada dua anaknya yang sudah jadi korban. “Anak saya S (14) tahun 2020 lalu alat vitalnya (maaf) dipegang terlapor,” ujarnya.  Aksi tersebut dilakukan sampai terlapor puas.

Setelah itu anaknya S oleh pelaku diberikan uang. Jumlahnya tidak tentu pernah Rp 10.000. Awalnya anaknya diajak untuk membersihkan lahan kebun jagung yang ditanam oleh terlapor. L mengaku mengenal terlapor R sebagai orang yang ramah.

“Kalau orangnya terlapor ramah, khususnya kepada anak anak,” kata L. Anaknya lain P pernah juga alat vitalnya dipegang terlapor sebanyak 1 kali. Sejak itu itu, anaknya tidak mau lagi ke kebun dan bertemu terlapor. Dia baru tahu setelah kasus itu mencuat.

Korban lainnya, S disebutnya pernah menyaksikan temannya A dikerjai oleh terlapor. Biasanya ini dilakukan di pondok kebun. “Saya berharap kasus ini diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Ketua RT 1 di kelurahan Kemelak Bindung Langit, Helianto mengaku baru tahu kalau ada anak anak di wilayah RT nya yang menjadi korban pencabulan. “Kalau tempat kejadian saya tidak tahu. Tapi salah satu orang tua korban ada yang melapor kepada saya,” ujarnya.

Jumlah persis korban Helianto mengaku tidak tahu. Yang jelas, sebutnya, kalau memang fakta itu benar dia berharap hukum bisa ditegakan.

Kasat Reskrim Polres OKU AKP Priyatno mengatakan, saat ini untuk laporan itu masih dalam proses melengkapi berkas. “Karena dalam proses penyelidikan itu ada tahapan. Apakah bisa diteruskan atau tidak satu kasus tergantung bagaimana alat bukti yang ada,” ujarnya. (bis)

Komentar

Berita Lainnya