oleh

Usaha Tria Gunawan , Bikin Dapur Karyawan Tetap Ngepul

SUMEKS.CO – Pademi Virus Corona berdampak buruk terhadap perekonomian. Banyak pegawai yang terancam dirumahkan lantaran tidak ada penyerapan produksi. Seperti yang dialami Rumah Busana Tria yang sempat berkeinginan untuk merumahkan karyawan. Namun kini , butik tersebut fokus pada pembuatan masker.

Suasana butik yang berada Jl. Anggar No.Kel, Lorok Pakjo, terlihat lenggang. Hanya beberapa kendaraan parkir. Namun masuk kedalam, interior butik nuansa khas Palembang begitu terasa. Bagian depan terdapat dinding yang terbuat dari kain tradisional Sumsel. Kemudian, bagi sisi kiri terdapat manekin menggunakan busana jahitan owner rumah busana Tria.

Masuk lebih kedalam, berjejer busana yang siap menyambut pengunjung dan pembeli. Dibagikan tengah terdapat tumpukan kain katun yang tengah di bikin pola menjadi masker oleh para pekerja. “Ini pegawai lagi menyiapkan bahan dan bentuk pola untuk bikin masker,” terang owner rumah busana Tria, Tria Gunawan kemarin kepada Sumeks.co.

Menurut Tria , keputusan untuk membikin masker ini lantaran pasca Sumsel di temukan suspect virus Corona. Maka masyarakat mengurangi aktifitas di luar ruangan. Bahkan selama 10 hari sejak adanya Virus ini di Sumsel sama sekali tidak ada yang berbelanja. “tidak ada yang berbelanja baik online maupun datang kesini, ” katanya

Diungkapkan Tria, tentu kondisi ini sangat meresahkan karena karyawan tidak bisa bisa bekerja dan tidak ada orderan. Padahal, dirinya telah menyiapkan bahan di gudang sangat banyak untuk persiapan orderan baju Idul Fitri yang selalu melonjak. “Saya sempat bingung mau gimana. Sebab kalau kami terus bikin busana sedangkan tidak ada yang beli. Lalu, karyawan juga nggak ada kerjaan karena kerja mereka baru dapat upah ketika ada jahitan, ” ucap dia.

Dikatakan, total ada 38 pekerja yang terdiri dari penjahit, pewarna, pemotong, bordir, toko, pemasaran dan finishing. Sempat pula mau menerapkan sistem shift. Tapi ini juga rasanya tidak bisa sebab tidak ada yang di kerjakan.

Tapi, sambung dia, mungkin Allah punya cara lain untuk memberikan rezeki bagi pekerja. Dirinya melihat informasi dari media bahwa Indonesia kekurangan masker. Begitupun masyarakat sehingga kepikiran untuk bikin masker. “Awalnya sih memang belum perfomance untuk masker kain, yang ada masker medis. Sebab masker kain kalau dibaca manfaatnya hanya untuk menghindari debu, ”

Tapi ada temen di Jakarta yang memang bikin masker tapi bukan untuk di jual melainkan untuk di bagikan ke masyarakat seperti tukang ojol, penyapu jalanan, penjual di pasar. “Saya tanya gimana hasil nya, ternyata dia (temen,red) bilang sharing dari dokter nggak masalah menggunakan masker kain,” ucap dia.

Beranjak dari situ, lanjut Tria, dirinya memutuskan untuk membikin masker kain. Awalnya bikin sedikit dulu kemudian di posting di Instagram dan wa story’. Ternyata banyak yang berminat dan pesan apalagi saat ini untuk mendapatkan masker sangat sulit. “Ditambah pemerintah mewajibkan menggunakan masker, ”
Tria mengakui, awalnya para pekerja enggan membuat masker kain. Mengingat upahnya kecil dan tidak sama dengan menjahit baju.

Bahkan, kata dia, untuk bikin satu masker butuh lama. Karyawan hanya mampu sehari bikin 4 masker. Namun, pihaknya telah menjelaskan kepada karyawan agar semangat membikin masker. “Semakin banyak bikin masker makin besar upah. Sejak itu , karyawan semangat bikin masker,

Sehari, sambung dia, karyawan mampu bikin 300 masker. Satu pegawai bisa bikin 15 masker. Bahkan , buat masker tersebut butuh waktu 20 menit. Mengingat proses agak rumit sebab ada belokan dan tidak lurus. “Sekarang karyawan malah over target disamping pesenan masker sangat banyak,”

Saat ini, kata dia, pihaknya tengah mengejar pembuatan pesanan masker yang berasal dari instansi pemerintah, bumn, BUMD, perusahaan swasta dan lainya. Pemesan tidak hanya berasal kota Palembang tetapi daerah lain di Sumsel dan Jakarta. “Saat ini kami mengejar pesan itu, ”

Ia menjelaskan, bahan yang digunakan katun lapis katun Paris. Ada dua pilihan polos dan motif jumputan. harga Rp 25 ribu untuk jumputan dan polos 3 psc Rp 50 ribu. Untuk masker yang diproduksi siap pakai karena sudah di sterilkan. “Setelah cuci dan dijemur , masker langsung di semprot cairan antiseptik ph 2,5 dan langsung di seterika dan dimasukan kedalam kemasan, ”
Rencananya, setelah masker dirinya pun akan membikin alat perlindungan diri (APD). Saat ini bahanya masih di jalan dan tidak lama lagi akan sampai. “Ini kami bikin karena tenaga medis kesulitan APD,” sebut dia.

Lebih jauh Tria menjelaskan, bahwa pihaknya tetap melayani pembuatan baju lebaran. Pihaknya juga menyediakan masker yang sama dengan baju yang bikin sehingga baju dan masker samaan. “Masker ini bisa by request maskernya, ” Tukasnya. (Yun/Wik)

Komentar

Berita Lainnya