oleh

Usai Debat, Cawabup ini Dapat Dukungan

MURATARA – Usai debat kandidat, calon wakil bupati paslon No 3, H Surian Sofyan langsung mengungkapkan kesannya melalui media sosial. Dia mengungkapkan jawabannya saat pelaksanaan debat sempat mendapat pertanyaan beruntun, namun jawaban itu dianggap tepat lantaran bersinergi dengan keinginan rakyat.

Di laman akun media sosial miliknya, Surian Sopyan menuliskan, menurut persepsinya dapat berkesinambungan dengan rakyat atau masyarakat. “Saya tidak malu atau gengsi berbicara tentang menanam jagung atau kedelai,” tulisnya.

Dia mengungkapkan, daripada berbicara masalah pertambangan yang tidak bisa dijangkau oleh rakyatnya, apalagi dinikmati masyarakat, karena untuk berbicara masalah (tambang) itu hanya orang yang memiliki title/pendidikan.

“Kalau Kita Suka Makan Dengan Singkong, Jangan Bilang Kita Terbiasa Makan Dengan Keju,” tulisnya. Sontak saja laman pribadi Surian Sofyan dibanjiri beragam komentar dari pendukung dan simpatisan.

Diantaranya, anggota DPRD Muratara Sukri Alkap. Dia menuliskan komentar yang memberikan suport terhadap cawabup paslon No 3 teraebut. Menurutnya, negeri ini bukan negara  ilmiah. Kalau menilai kemampuan memimpin seseorang dari caranya berdebat, sangatlah disayangkan.

“Memilih pemimpin dengan prestasi yang relevan dengan kebutuhan di sekitarnya sepertinya lebih cocok. Memilih pejabat publik, tentu saja orang yang punya prestasi bagi publik. Berbeda kalau memilih pemimpin lembaga ilmiah, ya tentu saja pilih orang yang banyak ilmunya,” tulisnya.

Dia mengatakan, H Syarif Hidayat dengan beragam pengalaman dan prestasi yang banyak dalam bidang birokrasi, tentunya sangat pantas bepasangan dengan H Surian yang belatar belakang pengusaha.

“Ini untuk mewujudkan impian masyarakat Muratara yang sukses dalam perekonomian dan meningkatakan kesejahtraan dibergam sektor. pengembangan UMKM maupun ekonomi kerakyatan,” tegasnya.

Tokoh masyarakat Muratara Ir Samsu Rizal Asir juga ikut mengoembtari hasil pelaksanaan debat tersebut.
Ia mengatakan selama debat berlangsung, isu-isu pribadi tidak mengemuka secara kental. Bahkan yang muncul adalah jargon-jargon terkait dengan pengelolaan suatu daerah, seperti Rasio, IPM (Indeks Pembangunan Manusia) dan KPI (Key Performance Indicator).

Hal ini menunjukan bahwa kehidupan demokrasi di Muratara sudah berada di jalan yang tepat. “Secara keseluruhan, semua pasangan calon memperlihatkan keinginan untuk memajukan Muratara dan mensejahterakan warganya,” ucapnya.

Menurutnya, program-program yang diusung ketiga paslon menunjukkan keinginan itu. Namun, tentu diantaranya ada program-program yang lebih tepat untuk dijalankan sesuai dengan kondisi dan situasi nyata Muratara saat ini dan yang akan datang.

Seperti yang dikemukakan paslon No 3, seperti kartu Muratara Pintar, Kartu Petani, Kartu Lansia Tangguh yang mampu memberikan bantuan masyarakat secara langsung. Beasiswa santri tahfiz Alquran belajar di pesantren di Jawa, beasiswa mahasiswa studi di IPB, dukungan ulama kepada umaro, dan umrah gratis. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya