oleh

Usai Debat Kandidat Timses Saling Sindir

Afrizal : Data Paslon 1 dan 2 Tidak Akurat

MURATARA – Usai pelaksanaan debat kandidat, tiga Pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati di Pilkada serentak 2020 Kabupaten Muratara.

Banyak tanggapan muncul dari berbagai kalangan masyarakat. Bahkan aksi saling sindir antar simpatisan juga mewarnai sejumlah percakapan di tengah masyarakat.

Ketua Tim Pemenangan Keluarga Paslon No3 (H Syarif-Surian), Afrizal menilai paslon nomor 01, (H Devi Suhartoni-ustad Inayatullah) banyak menyebutkan data yang keliru atu tidak valid dalam debat kandidat, Bupati dan Wakil Bupati Pilkada Muratara 2020.

Dia mencontohkan, H Devi Suhartoni mengatakan tingkat pengangguran terbuka di Muratara sebesar 4,22 persen dalam debat kandidat. Namun, berdasarkan sumber rilis Badan Pusat Statistik (BPS), pengangguran terbuka di Muratara hanya sebesar 3,77 persen.

Selanjutnya, mengenai tingkat kemiskinan di Muratara yang diutarakan Paslon No1 sebesar 19,49 persen. Namun Afrozal menuturkan, dari data BPS tingkat kemiskinan di Muratara sebesar 19,12 persen.

“Cabub nomor urut 01 mengatakan kalau angka kemiskinan kita sebesar 19,49. Padahal faktanya angka kemiskinan di Muratara sebesar 19,12 persen,” ucapnya. Dia juga menilai data yang disampaikan Paslon nomor 2 (H Akis Ropi-Baikuni Anwar),  yang menyampaikan angka kemiskinan di Muratara sebelum kepemimpinan Syarif Devi hanya sebesar 16 persen,

“Padahal rilis BPS untuk tahun 2015 itu sebesar 19,73, dan bahkan naik menjadi 20 persen di tahun 2016, hasil evaluasi kegiatan 2015,” ujarnya.

Aprizal menuding, paslon nomor urut 01 sangat jelas tidak menguasai data, karena saat dilontarkan pertanyaan dari paslon nomor urut 03 tentang indikator IPM, jawaban Paslon no1 hanya terfokus pada pendidikan.

“Padahal indikator IPM itu ada tiga, bukan hanya tentang pendidikan, ada indikator tentang kesehatan dan juga indikator tentang ekonomi,” tegas ia.

Dilain tempat, Juru bicara Paslon No1 (H Devi Suhartoni-Ustad Innayatullah), Hadi saat di tanyai hasil pelaksanana debat kandidat yang dilaksanakan di kota Palembang, kemarin pihaknya mengungkapkan,

“Kita sangat bangga mempunyai calon yang sangat genius, intlektual, bagi kita debat hari ini adalah nilai plus untuk Paslon no1. Kira-kira kalau di scor 4.0,” katanya.

Dia mengungkapkan, kesiapan Paslon HDS-Tullah sangat matang, dan banyak memunculkan kejutan-kejutan baru dengan beragam informasi dan data yang akurat.

“Hasil debat pertama Calon Bupati dan Wakil Bupati, kita sama menyaksikan bahwa kandidat No 1 HDS-Tullah, calon yang paling siap baik secara konsef maupun penguasaan panggung,” taugasnya.

Sementara itu, tim pemenangn paslon No2, Nevi saat dimintai tanggapan mengenai hasil pelaksanaan Debat kandidat. Pihaknya tidal terlalu berkomentar banyak. Dan selalu optimis jika hasil debat bisa secara langsung di nilai oleh masyarakat.

“bagi kami debat berjalan lancar dan sukses. Dan debat yang kedua akan di gelar di  kota Lubuklinggau,” ujarnya singkat. Beragam tanggapan juga diungkapkan sejumlah warga melalui media sosial facebook. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya