oleh

Usai di Suntik Vaksin CoronaVac, Dipantau 14 Hari Kedepan, ini kata BPOM Sumsel

SUMEKS.CO – Vaksin COVID-19 CoronaVac, Sinovac dari China sudah tiga hari pasca di suntikkan perdana (14/1), dilengan sebelah kiri Gubernur Sumsel, H Herman Deru, serta segenap Forkopimda dan unsur tenaga kesehatan Sumsel.

Kepala BPPOM Sumsel Yosef Dwi Irawan, menyampaikan bahwa vaksin tersebut aman. Sebab, sebelum bisa disuntikan, vaksin sudah melalui tiga kali uji laboratorium. “Bahkan juga sudah mendapatkan izin darurat penggunaan atau Emergency Authority (EUA),” tuturnya saat dibincangi SUMEKS.CO. Minggu (17/1/2021).

Bahkan, sambung Yosef, untuk melengkapi kesahihan vaksin tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah melakukan pemeriksaan isi kandungannya. Seperti apakah mengandung zat-zat haram bagi umat muslim Indonesia. “Dan hasilnya MUI menerbitkan fatwa vaksin Sinovac halal dan suci,” tegasnya lagi.

Kendati demikian, tambah Yosef, vaksinasi tidak cukup hanya dilakukan satu kali agar mencapai kinerja maksimalnya dalam tubuh penerima vaksin.

“Ya nantikan ada penyuntikan kedua, 14 hari setelah penyuntikan perdana. Maka dari itu, perkembangan kesehatan mereka (gubernur dan unsur forkopimda) termasuk saya pun masih dalam pantauan Dinas Kesehatan,” imbuhnya.

Meskipun, dibalik keampuhannya vaksin memiliki efek ringan sampai sedang. Seperti sakit kepala, merasa pegal – pegal. “Makanya kemarin pas waktu penyuntikan perdana kami (gubernur dan yang lainnya) wajib melakukan observasi 30 menit, syukur alhamdulillah tidak ada yang mengalaminya,”.

Yang jelas, sambung Yosef, BPOM menerapkan prinsip kehati-hatian independensi dan integritas dalam memastikan vaksin sudah memenuhi persyaratan.

“Mekanismenya mengacu pada WHO efikasinya mencapai 65,3 persen. Program vaksin sangat strategis dalam upaya memutus mata rantai persebaran COVID-19. Tapi, saya menghimbau masyarakat untuk tidak ragu lagi, sangat penting adalah tetap menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (Bim)

Komentar

Berita Lainnya