oleh

Usai Diperiksa 4 Jam, Dandhy Laksono Dibebaskan

sumeks.co. Jakarta – Aktivis , penulis dan pendiri Watchdoc, Dandhy Laksono, dibebaskan usai diperiksa selama hampir 4 jam di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Meski tak ditahan, status penulis buku Jurnalisme Investigasi  adalah tersangka.

Status tersangka, hari ini beliau dipulangkan tidak ditahan dan beliau menunggu proses selanjutnya. Namun meski jadi tersangka, beliau tidak ditahan,” kata kuasa hukum Dandhy Laksono, Alghiffari Aqsa, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat 27 September 2019.

Menurut Alghiffari ada sekitar 14 pertanyaan dengan 45 turunan pertanyaan yang diajukan polisi kepada Dandhy.Dandhy menceritakan soal pemeriksaan dirinya. “Saya ditanyai terkait posting di Twitter, motivasi, maksud, siapa yang menyuruh ya standard proses verbal saya pikir,” kata Dandhy di lokasi yang sama.

Dandhy menjelaskan dirinya terkejut terkait penangkapan ini. Ia mengatakan biasanya sebelum ditangkap pihak terlapor atau yang disangka bakal dipanggil terlebih dahulu oleh kepolisian. Jika tak kooperatif baru bisa dilakukan penangkapan.

Alghiffari menjelaskan kiriman Twitter yang disangka oleh kepolisian adalah yang diunggah pada 23 September 2019. Cuitan tersebut berisi mengenai kondisi soal Wamena dan Jayapura di Papua.

Adapun, pasal yang dikenai kepada Dandhy adalah pasal ujaran kebencian terhadap individu atau suatu kelompok. Hal ini berdasarkan SARA sesuai pasal 28 ayat 2 juncto pasal 45 A ayat 2 UU ITE.

Kuasa hukum Dandhy memperlihatkan cuitan yang membuat Dandhy ditetapkan menjadi tersangka oleh polisi. Kuasa hukum Dandhy, Alghiffary Aqsa, menyebut, cuitan Dandhy yang dipersoalkan ada 1. Cuitan tersebut dipublikasikan Dandhy lewat akun @Dandhy_Laksono pada 22 September.

Atas cuitan itu, Dandhy sebenarnya  ditangkap pada hari Kamis (26/9) pukul 23.00 WIB di kediamannya. Kini, Dandhy diperbolehkan pulang meski masih berstatus tersangka. “Sudah diperbolehkan pulang tapi masih tersangka,” ujar Alghif.(detik/tempo/fjr/ckm)


Komentar

Berita Lainnya