oleh

Usai Kunker, Anggota DPRD Blora Ngamuk Tolak Dites Kesehatan

SUMEKS.CO– DPRD Blora mengamuk saat hendak diobservasi terkait antisipasi dan pencegahahan penularan virus corona Covid-19 di Terminal Padangan kemarin. Akibatnya pemeriksaan batal dilakukan. Baik mulai dari pantau suhu, penyemprotan cairan desinfektan dan lainnya.

Dari pantauan Radar Kudus di lokasi, beberapa DPRD dan keluarga yang sudah menjalani pemeriksaan adalah Nyoto Priyo Utomo, Siti Rohmah Yuni Astuti, Siswanto, Mukhlisin, Suyono, Munawar, Sakijan, Irma Suroso, Agus Susanto.

Namun setelah Bus Rombongan DPRD Blora tiba, kondisinya berubah total. HM Warsit menanyakan surat tugas DKK dengan nada tinggi. Karena DKK tidak mengantongi surat tugas akhirnya HM Warsit minta untuk dilakukan pemeriksaan di RSUD Cepu. Sayangnya, setelah ditunggu rombongan bus tidak kunjung datang. Akhirnya pemeriksaan dibatalkan.

“Ini DPRD. Bukan anak gembala. Pakai aturan. Ada UU-nya. Kita dalam tugas Negara Indonesia. Bukan TKW. Ada UU-nya. Kita DPR. Mana suratnya. Kita kerja perintah UU. Bukan teroris. Yang baik. Kita siap diperiksa dimana. Mana surat tugasnya. Bawa atau tidak. Kita DPR. Kunjungan . Sudah ada Banmus. Tidak ada surat tugasnya, ayo ke rumah sakit. Kita dianggap masyarakat dari luar kota harus diperiksa. Bupati dari Jogja diperiksa tidak. Kita setingkat bupati. Ayo ke rumah sakit,” ucap Warsit kepada Kabid DKK dengan nada tinggi.

Sayangnya, setelah ditunggu di RSUD Cepu, rombongan DPRD tidak kunjung datang juga. Akhirnya pemeriksaan dibatalkan.

Sementara itu, Edi Sucipto Kabid DKK Blora mengungkapkan, prosedur yang dilakukan DKK memang sudah sesuai SOP. Namun memang dia belum membawa surat tugas. Untuk tempat, memang awalnya di RSUD Cepu. Namun dipindahkan ke Terminal Padangan karena ada permintaan dari Dewan sendiri. Harapannya, setelah masuk Blora sudah steril. “Tadi ada 15 orang yang sudah diperiksa. Meski belum semuanya. Sebab saya tidak tau total rombongannya berapa. Ada DPRD dan keluarga juga,” ucapnya.

Meski kemarin batal dilakukan pemeriksaan, Edi mengaku sudah menyiapkan langakh selanjutnya. Yaitu puskesmas yang punya wilayah, DPRD akan melakukan pemeriksaan di rumah masing-masing. “Karena kita belum tau jumlah secara pasti, nanti kita akan Tracking. Nanti akan menjadi orang dalam pantauan,” tegasnya.(ks/sub/top/JPR)

Komentar

Berita Lainnya