oleh

Usai Pilkada Serentak Pasar di Serbu Warga

MURATARA – Usai pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember 2020, transaksi jual beli di pasar tradisional Di Kabupaten Muratara, alami peningkatan. Warga mengaku cukup antusias menyambut pengumuman hasil Pilkada. ditambah kondisi Kamtibmas saat ini cukup aman dan kondusif.

Maryam pedagang di pasar Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, saat dibincangi Minggu (13/12) sekitar pukul 12.00 WIB, mengungkapkan, saat ini transaksi jual beli di Pasar Lawang Agung Muratara, menglami peningkatan.

Dia mengatakan peningkatan drastis jumlah pengunjung pasar terjadi, usai satu hari pencoblosan yakni, Jumat (10/12). “Masyarakat banyak belanja lebih dari hari hari biasanya. Mungkin lagi banyak dapat rezeki usai Pilkada,” katanya.

Untuk harga sejumlah kebutuhan pokok saat ini masih cukup stabil, meski ada sejumlah lonjakan harga seperti cabai merah dari Rp35 ribu/kg menjadi Rp60 ribu/Kg. Pedagang berharap, kondisi stabilnya ekonomi masyarakat diharap bisa bertahan cukup lama, ditambah lagi saat ini sejumlah komoditas unggulan sawit dan karet juga tengah alami peningkatan.

M Yunus warga Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara yang sempat di bincangi mengatakan. Di momen Pilkada jilid II di Kabupaten Muratara, memang cukup berbeda dengan moment Pemilu seelumnya. Jika sebelumnya, setiap pelaksanaan Pemilu di wilayah Muratara selalu di warnai konflik, aksi dan kerusuhan, namun di 2020 justru moment Pilkada di Muratara sangat tenang.

“Warga banyak mendapat saweran dari Paslon sebelum pencoblosan, seluruh pasar kalangan saat ini lagi ramai-ramainya. Warga banyak belanja, apa lagi ibu ibu,” bebernya. Menurutnya, tiga hari sebelum pelaksanaan Pilkada masyarakat banyak mendapat uang honor saksi dari beragam Paslon. Sehingga uang itu mereka gunakan untuk belanja kebutuhan sehari hari setelah pelaksanaan Pilkada.

“Di Muratara ini ada namanya legal money politik. Tim Paslon secara terang terangan, membayar masyarakat yang ingin menjadi saksi luar dari tim mereka,” tegasnya. Dia mengatakan, kondisi itu menjadi penyebab utama peningkatan transaksi ekonomi yang tengah terjadi di masyarakat Muratara.

Sementara itu, kepala dinas Perdagangan pasar dan koperasi, H Syamsu Anwar mengungkapkan, usai pelaksanaan Pilkada aktivitas masyarakat tetap kembali normal. “Saat ini sedang terjadi peningkatan harga komodits karet dan sawit, mungkin itu faktor peningkatan transaksi ekonomi yang terjadi di Muratara.” katanya.

Terkait faktor lainnya, dia mengaku belum mengetahui lebih lanjut. Namun Pemerintah daerah menegaskan terus melakukan monitoring terhadap harga transaksi jual beli yang terjadi di tengah masyarakat. “Untuk saat ini semua harga masih stabil dan belum ada lonjakan harga,” tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya