oleh

Usai Pro-Kontra, SMA Negeri Noman Resmi Jadi Sekolah Negeri ‎

MURTARA – Nyaris satu tahun menua pro dan kontra di tengah masyarakat, mengenai legalitas dan status SMA Negeri Noman, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, akhirnya terjawab sudah.
Pasalnya, Jumat (23/8) sekitar pukul 15.30 WIB, Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Secara langsung meresmikan SMA Negeri Noman Baru, sebagai sekolah yang diakui Pemerintah.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, H A Widodo beserta rombongan secara langsung mendatangi SMA Negeri Noman Baru dan menegaskan, sekolah merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang mesti diperjuangkan di atas segala kepentingan individu.
“Saya tidak meresmikan tapi saya hanya menyerahkan SK penetapan supaya beproses. Untuk persiapan isi Dapodik masuk di Kemendikbud,” katanya.
Pembangunan akan dilakukan pelan-pelan, dengan syarat yang sudah jelas.”saya sudah berpuluh kali mendapati, anak, ponaan, yang mengaku tanah sekolah punya neneknya dan sekolah disuruh bayar. Jadi harus dipastikan tanah hibah itu harus terverifikasi atau dihibahkan ke Gubernur,”pintanya.
Widodo mengungkapkan, untuk lahan sekolah minimal 2 hektar supaya sarana sekolah lengkap. Dampaknya 10 tahun ke depan, akan lebih bagus terjadi pembangunan di sekolah tersebut. “Saya pastikan sekolah ini dibangun tahun depan, karena sudah status sekolah negeri. Tapi itu dilakukan setelah surat hibah dilengkapi, arena tidak boleh tanah orang lain dibangun pakai APBN/APBD,” ungkapnya.
Pasca kenegerian, otoritas keuangan sekolah itu punya negara. Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel meminta masyarakat dan perangkat desa di Desa Noman, Jangan menolak jika ke depan akan ada guru PNS yang di tempatkan di sekolah tersebut.
Saya apresiasi masyarakat ingin ada sekolah negeri di sini, sekaran sudah resmi sekolahnya jadi sekolah negeri karena itu tanggung jawab saya harus ada pemerataan pendidikan, ” tegasnya.
Sementara itu, Sukamto, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara, mengungkapkan, jika sudah mendapat SK definitif segera ditertibkan di dapodik, kalau tidak masuk Dapodik tentunya bantuan dari pemerintah pusat tidak akan turun. “Jangan saling menyalahkan di pengurus, silakan di urus sampai tuntas. Jika ada kendala silakan koordinasi di Dinas Pendidikan Provinsi. Kami tidak tinggal diam, bersama seluruh guru SMA/SMK kita selalu suport dan bantu,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan, sekolah ini merupakan sekolah bersama. Ini berkat kerja sama masyarakat Noman dan sekitarnya,”karena nanti dari Batu gajah, tanjung Beringin, Maur sekolah ke sini. Ini bukan sekolah pribadi, tapi ini sekolah milik bersama NKRI, bahkan orang luar negeri mau sekolah di sini di izinkan,” bebernya.
Selanjutnya, sekolah SMA Negeri Noman diakui secara nasional, tentunya ke depan akan ada pengisian guru status PNS yang akan di perebutkan dari seluruh Provinsi.”kita minta jangan sampai nanti ada guru PNS dari luar daerah di tolak, karena sudah resiko. Jika sekolah menjadi negeri otoritas diatur negara dalam hal ini Dinas Pendidikan Provinsi,” tutupnya.
Sementara itu, Peni guru honorer sekaligus panitia persiapan SMA Negeri Noman, mengungkapkan. Pihaknya sangat terbeban dengan tugas yang mereka emban, pasalnya sempat terjadi pro dan kontra mengenai kejelasan sekolah ini.
“Kami sangat berterima kasih karena sekolah ini sudah diresmikan, dan anak didik kami diakui oleh negara. Sekarang tidak ada keraguan lagi, karena status sekolahnya sudah jelas,” tutupnya.
Awalnya sekolah SMA Negeri Noman Baru merupakan sekolah jauh dari SMA Negeri Rupit. Karena jumlah pelajar yang sudah terlalu banyak dan desakan masyarakat untuk menjadikan sekolah ini sebagai sekolah negeri. Agar lebih efisien dan terjadi pemerataan pembangunan di dunia pendidikan. Namun usulan itu kurang direspon dari pihak SMA Negeri Rupit yang menjadi sekolah induk, sehingga di awal 2019 seluruh guru status PNS di tarik.
Informasi beredar di luas kalangan masyarakat, pihak SMA Negeri Rupit tidak mau melepaskan status sekolah jauh, lantaran takut terjadinya pemotongan dana BOS, serta ‎masalah teknis lainnya seperti belum masuknya data Dapodik.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya