oleh

Usai Training, Plong dan Lebih Bersemangat Kerja

JAKARTA – Pegawai Deputi IV Kemenpora Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga merasakan betul manfaat pelatihan peningkatan motivasi menggunakan olahraga tradisional. Mereka merasa lebih dekat dengan rekan seperjuangan di Deputi IV. Kebersamaan dan kekompakan juga semakin tumbuh dari canda tawa bersama dan keceriaan selama pelatihan.

“Pelatihan ini bagus. Kita semua menjadi lebih saling kenal dan akrab. Apalagi banyak juga pegawai baru di lingkungan Deputi IV. Motivasi bekerja juga tambah meningkat setelah kegiatan yang mengedepankan refreshing ini. Pikiran jadi lebih fresh,” jelas Fadli Agustin, salah satu pegawai di Olahraga Prestasi.

Aura yang sama juga dirasakan Nadya Rahmatul. Pegawai di Asdep Standarisasi dan Infrastruktur Olahraga ini mengaku lebih plong pikirannya setelah kegiatan training ini. Dia juga jadi lebih tahu bahwa pegawai di Deputi IV banyak. Kegiatan ini pun menjadi ajang silaturrahmi dan saling mengenal antar bidang di bawah Deputi IV.

“Sekarang jadi lebih tahu dan mengenal teman-teman di Deputi IV. Dengan siapa harus berhubungan jika nanti butuh sesuatu dengan bidang terkait. Kini saya lebih bersemangat kembali bekerja setelah refreshing ini,” ungkap Nadya yang berharap setiap tahun dilaksanakan kegiatan yang sama sama. “Lebih menarik kegiatan diisi olahraga tradisional dari pada out bound. Dengan olahraga tradisional, selain kegembiraan yang didapat juga bisa belajar dan lebih mengenal kekayaan olahraga tradisional Indonesia,” lanjutnya.

Sekjend Komunitas Olahraga Tradisional Indonesia (KOTI) Chairul Umam menjelaskan, mengisi acara training Kemenpora adalah job perdananya dalam mengolah motivasi melalui kebersamaan dalam berolahraga. Selama training, pegawai Deputi IV Kemenpora diajak bermain aneka macam olahraga tradisional. Total ada delapan cabang olahraga dari 2.600 macam olahraga tradisional Indonesia yang dimainkan.

“Permainan yang dimainkan diantaranya hadang/gobak sodor, tarik tambang, sumpitan, gebug bantal, dan voli sarung. Permainan ini sangat bagus untuk meningkatkan kekompakan dan kebersamaan karena mereka akan merasa dekat setelah bermain dan berjuang bersama-sama dalam keceriaan di olahraga,” ungkap Chairul Umam.

Dikatakan Umam, program KOTI yang dibawah Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI). Mereka aktif dalam sosialisasi kekayaan Indonesia di olahraga tradisional ke sekolah, kampus, dan pondok pesantren. Tujuannya, mereka ingatkan kepada generasi muda akan kekayaan negeri sendiri. Selain itu juga menggelar pekan olahraga tradisional disamping berusaha angkat dari sisi industri olahraga tradisional.(kmd)

Komentar

Berita Lainnya