oleh

Usai Vonis KPU Palembang, Febrian : Secara Etika Selayaknya Diganti

PALEMBANG – Pengamat dari Universitas Sriwijaya, Dr Febrian SH MS mengatakan jika vonis hakim atas lima terdakwa komisioner KPU Palembang non aktif, sesuai dengan prediksinya.

Sebab, sebelumnya, Febrian mengatakan jika peran sebagai penyelenggara negara akan jadi pertimbangan memberatkan.

Meski masih dalam tahapan, yakni akan mengajukan banding, namun Febrian menilai jika secara administrasi dan etik kelima komisioner tersebut sudah selayaknya diganti.

“Memang belum inkrah karena masih ada banding. Tapi dari persidangan, telah membuktikan kalau mereka melakukan pidana Pemilu. Selayaknya diganti,”ujar Febrian.

Namun ia juga menekankan jika penggantian, harus sesuai dengan mekanisme yang ada, peraturan atau perundang-undangan, oleh KPU RI.

Febrian yang juga hakim etik Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Sumsel menyebut vonis ini merupakan preseden  buruk bagi penyelenggaraan pemilu di Palembang.

Dr Febrian SH MS (foto:hatta/sumeks.co)

“Tentu ini juga akan jadi acuan bagi daerah lain. Ini (vonis) merupakan konsekwensi dari jabatan mereka. Ada lembaga pengawasan vertikal dan horizontal untuk tugas dan tanggung jawab mereka. Tentu ini menjadi preseden buruk dan harus dijadikan pelajaran untuk kedepan,”ungkapnya.

Febrian tak mau berandai-andai mengenai hasil putusan sidang banding kedepan. Namun, ia berharap yang terbaik dan seadil-adilnya akan diputuskan oleh Pengadilan Tinggi Sumsel dalam perkara ini.

Berkaca dari perkara yang jadi sorotan karena pertama kali terjadi di Indonesia ini, Febrian berharap kedepan akan ada proses Pemilu yang lebih baik lagi. (aja)

Komentar

Berita Lainnya