oleh

Ustad Kampung Lelang Pusaka

MURATARA – Klaim warisan leluhur berusia ratusan tahun, Abdul Djabar Ustad kampung asal Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Muratara, lelang pusaka. Hal itu diungkapkan sera terbuka melalui media sosial miliknya, dengan alasan untuk membangun rumah Tahfiz Quran.

Pedang sabet melayu merupakan salah satu tradisi dan warisan leluhur tempo dulu, yang kini sudah mulai jarang dijumpai. Meski mayoritas masyarakat melayu masih menyimpan senjata tajam jenis ini, namun tidak jarang banyak kolektor yang memburu senjata ini sebagai koleksi pribadi.

Abdul Djabar mengaku memiliki senjata warisan budaya ini, meski dia mengaku tidak terlalu paham mengenai pusaka. Tapi dia mengaku memiliki niat untuk melarung senjata itu, untuk di lelang.

“Niat saya untuk mendirikan rumah Tahfiz di kecamatan karang Dapo. Jadi saya berniat melelangnya secara terbuka, mungkin saja ada yang berminat. Untuk bahan besinya, usia dan jenis pusaka apa saya kurang paham,” katanya, Selasa (8/9).

Menurut sejarah secaralisan dari orng tuanya, pusaka itu merupakan warisan keluarganya. Yang berasal dari wilayah kerinci, Provinsi Jambi.

Dalam peninggalan keluarganya itu, ada tiga warisan yang di berikan. Diantaranya, tanah satu bidang di Karang Dapo, Muratara, kebun di sebelah sungai Payo Setom, karang dapo dan satu pedang sabet melayu yang hingga kini dia simpan.

“Ini warisan keluarga, siapa tahu ada yang berminat. Dana itu nanti saya gunakan untuk pembangunan rumah tahanan,” timpalnya. Terpisah, Andi salah satu kolektor pusaka yang sempat dihubungi mengaku ada beberapa kriteria khusus untuk pusaka tanah melayu.

Menurutnya, ada beberapa pembagian jenis pusaka yang Beredar di wilayah sumatera. Diantaranya jenis pusaka khabhudan yang beredar di masa kerajaan seriwijaya, besi tempa jenis tosan aji di era hindu, dan pusaka anyaran di era kemerdekaan.

“Tergantung dari jenis besi yang di pakai, karena ada motif dan khas tersendiri. Biasanya harga pusaka yang beredar dengan kisaran harga Rp300-2 juta rupiah. Jika di dapati pamor langka dengan ornamen logam mulia harganya bisa tembus sampai puluhan juta,” ucapnya.

Khusus di wilayah melayu ada dua jenis senjata pusaka umum yang beredar, seperti pedang sabet melayu yang digunakan pria dan badim tikam yang digunakan kaum perempuan. “tentunya soal harga jual beli pusaka, memang tidak tentu. Kadang tergantung usia pusaka, material, hingga kualitas dan sejarah,” timpalnya.

Dia berharap, di era melenial saat ini masyarakat di tanah melayu harus ikut andil dalam pelestarian warisan budaya. “jangan sampai warisan budaya kita di ambil oleh negara lain,” tegansnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya