oleh

Usulkan Pendirian Fakultas Kedokteran Hewan di Sumsel

PALEMBANG – Minimnya jumlah dokter hewan di Sumsel mendapat perhatian tersendiri dari Gubernur Sumsel H Herman Deru. Rencananya, orang nomor satu di Sumsel tersebut bakal mengusulkan untuk mendirikan Fakultas Kedokteran Hewan di salah satu universitas yang ada di Sumsel.

“Nanti saya usulkan dengan Unsri (Universitas Sriwijaya,red). Apakah memungkinkan untuk dibentuknya Fakultas Kedokteran Hewan. Jadi jangan hanya di Bogor saja yang punya. Tapi di Sumsel juga ada,” ujar Deru saat dibincangi usai meresmikan Rumah Sakit Hewan (RSH) Sumsel, Kamis (14/3).

Deru mengatakan peresmian RSH Sumsel menjadi bukti kepedulian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan hewan. Dijelaskannya, RSH secara fisik bangunan sudah selesai sejak 2016 lalu. Hanya saja, selama ini terkendala jumlah tenaga medis serta pembentukan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD).

“Untuk itu sangat diperlukan program studi yang concern terhadap kesehatan hewan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel, Taufik Gunawan mengatakan.  RSH dibangun diatas lahan lebih kurang 1 hektar. Dimana selain bangunan rumah sakit, juga berdiri mess atau tempat tinggal bagi mahasiswa ataupun dokter hewan yang magang. Kemudian ada juga laboratorium dan gedung tambahan lainnya.

Rumah Sakit juga dilengkapi sejumlah fasilitas canggih seperti ruang USG untuk mengecek kehamilan hewan peliharaan. Lalu, ruang bedah dan ruang rawat inap bagi hewan.

“Untuk tenaga medis terdiri dari 4 dokter hewan dan 6 orang tenaga paramedik. RSH ini buka saat jam kerja dan siap memberikan pelayanan kesehatan bagi hewan peliharaan,” terangnya.

Dijelaskan Taufik, kurangnya tenaga medis hewan diharapkan bisa ditindaklanjuti oleh Universitas yang ada di Sumsel. Khususnya Unsri untuk membuka program studi khusus kesehatan hewan. Sebab, di Pulau Sumatera baru Provinsi Aceh dan Riau yang memiliki Fakultas Kedokteran Hewan. “Kita berharap kehadiran fasilitas kesehatan hewan ini bisa ditunjang dengan pendidikan tenaga medisnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner drh Syamsul Maarif menjelaskan.  RSH Sumsel sendiri menjadi satu-satunya RSH yang ada di Sumbagsel. Posisinya yang ada di Palembang membuatnya bisa menjangkau pelayanan kesehatan hewan dari provinsi lainnya yang ada di Sumbagsel. “Ini jadi satu-satunya RSH di Sumbagsel. Di Sumatera sendiri baru ada dua RSH. Aceh dan Sumsel. Namun, di Aceh RSH untuk pendidikan saja. Kalau yang umum baru Sumsel,” ucapnya.

Syamsul mengharapkan insan pendidikan yang ada di Sumsel bisa memanfaatkan kehadiran RSH dengan membuat Prodi Kesehatan Hewan. “Di Indonesia sendiri jumlah Fakultas Kedokteran Hewan baru ada 11 Universitas. Harapannya Sumsel juga bisa mendirikan fakultas serupa untuk mendukung jumlah tenaga paramedis khusus hewan di Sumsel yang masih minim,” pungkasnya. (kos)

Komentar

Berita Lainnya