oleh

UTBK, Sebelum Tentukan Pilihan

-Headline-1.675 views

PALEMBANG – Penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleknsi Nasional Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun ini sedikit berbeda dibanding tahun lalu.

Dimana, tahun ini calon mahasiswa yang akan mengikuti SNMPTN atau SBMPTN harus terlebug dahulu mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Hasil UTBK inilah yang akan menjadi acuan pilihan calon mahasiswa untuk mengikuti SNMPTN atau SBMPTN.

Rektor Unsri Prof Dr Ir Anis Saggaff MSc mengatakan bahwa seleksi SNMPTN atau SBMPTN mulai tahun ini dilaksanakan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tingi (LTMPT) yang berada di bawah naungan Kemenristekdikti. Lembaga ini permanen dibentuk dan bertugas menyeleksi calon mahasiswa baru yang akan kuliah di PTN.

“LTMPT ini bukan tidak mungkin dalam perkembangannya akan menyeleksi calon mahasiswa yang akan kuliah di PTS (perguruan tinggi swasta),” kata Anis Saggaff didampingi Wakil Rektor I Prof Dr Zainuddin Nawawi dan ketua panitia lokal SBMPTN Prof Dr Zulifli Dahlan saat menggelar konferensi pers di KPA Unsri Bukit Besar, Rabu (16/1).

Rentang waktu mengikuti UTBK sendiri, sambung Anis, cukup panjang. Yakni dari 1 Maret sampai 1 April, 13 April sampai 26 Mei pelaksanan tes, dan pengumuman dalam waktu 10 hari setelah pelaksanaan tes.

“Informasi lebih lengkap, dapat membuka website pendaftaran-utbk.sbmptn.ac.id,” ujarnya.

Bagi calon mahasiswa yang sudah diterima melalui jalur SNMPTN, lanjut Anis, dan tidak bisa mendaftar melalui jalur SBMPTN, tidak bisa. Sebab, data calon mahasiswa sudah masuk melalui login di SNMPTN.

“Sistem data akan langsung menolak saat calon mahasiswa itu mendaftar,” tukasnya.

Untuk mengikuti UTBK, terang Anis, calon mahasiswa membayar uang pendafaran sebesar Rp200 ribu yang disetor melalui bank BUMN yang ditunjuk. “Bisa melalui BNI, Mandiri, dan BTN,” pungkasnya. (dom)

Komentar

Berita Lainnya