oleh

Vaksin Ini Wajib, Tidak Ada Alasan Tidak Mau.

SUMEKS.CO – Gubernur Sumatera selatan (Sumsel) H Herman Deru, menegaskan bahwa vaksin wajib hukumnya. Berlaku pada masyarakat nasional, tidak terkecuali Sumsel sendiri.

Sebagaimana, telah termaktum dalam Undang-Undang Nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular. Yang didalamnya mengatur tentang hak dan kewajiban. Tidak main-main juga ada ketentuan pidana didalamnya.

“Jadi tidak alasan, untuk tidak mau divaksin. Tentu berdasarkan skala prioritas yang sudah ditetapkan sekaligus prioritas jumlah,” terangnya usai rapat virtual bersama Presiden Joko Widodo, di kantor Gubernur Palembang. Rabu (6/1/2021).

Pelaksanaan Vaksinasi secara spesifik dibahas dalam rapat koordinasi itu. Dikatakan Gubernur, bahwa Presiden memerintahkan, tindakan Vaksinasi untuk dapat diselenggarakan secara masif serentak nasional.

“Vaksin akan diawali Presiden ditanggal (13/1), besoknya Gubernur (14/1) dan setelah itu dilanjutkan Kepala Daerah Kabupaten/Kota didampingi Tenaga Kesehatan (Nakes),” kata Deru menggenapi Presiden.

Sementara itu, Vaksin Sinovac yang sudah ditangan Dinas Kesehatan Sumsel tersebut, masih membutuhkan izin penggunaan darurat Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) RI. Sekaligus menunggu Keterangan Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sehingga, masyarakat Sumsel mesti harus bersabar.

Untuk diketahui, Dinas Kesehatan Provinsi (Dinkes Sumel) menyiapkan 341 Puskesmas dan 84 Rumah Sakit untuk menjadi lokasi vaksinasi.
Vaksin kloter pertama ini untuk sumber daya manusia kesehatan.

“Targetnya pertama tenaga kesehatan plus penunjang sebanyak 5.1718 tentu jumlah ini diupdate terus karena bisa bertambah setiap hari.
Vaksinasi ink akan berlangsung sampai akhir Februari,” tandas Kadiskes Sumsel, Lesty Nurainy. (Bim)

Komentar

Berita Lainnya