oleh

Venezuela Makin Parah Warga Menjarah dan Mengais Makanan Sisa

Kondisi Venezuela semakin bergejolak. Krisis yang melanda negara itu makin parah, membuat suasana makin mencekam.

Baru-baru ini Rusia mengirim bantuan kemanusiaan ke Venezuela, Rabu (20/2). Amerika Serikat juga berikan bantuan pada negara tersebut, tapi ditolak oleh Presiden Venezuela, Nicolas Maduro

Situasi makin tidak kondusif setelah pemimpin oposisi, Juan Guaido mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara pada Januari lalu. Deklarasi Juan didukung oleh AS.

Maduro langsung menolak bantuan AS, karena ia menganggap bantuan itu sebagai taktik untuk menjatuhkan pemerintahannya. Dari semua kejadian itu, masyarakat Venezuela terkena imbasnya.

Krisis yang parah membuat warganya kesulitan mencari makan. Salah satu warga bernama Tony yang mengais sampah dan dipilah agar bisa dimakan. “Saya mencium baunya dan jika baunya enak, maka saya membawa makanan itu pulang,” kata Tony.

Dia mengatakan biasanya menemukan potongan-potongan daging, keju dan potongan sayuran di tempat sampahnya. “Saya mencucinya dengan cuka, banyak air, dan saya menambahkan bawang dan saus.”

Masalah ini mulai terjadi sejak Venezuela tertimpa krisis hiperinflasi. Selain kesulitan makanan, warga Venezuela juga kesulitan mendapat obat-obatan.

Namun Maduro membantah ada krisis kemanusiaan di negaranya dan mengatakan pemerintah negara lain yang berusaha merusak Venezuela.

Krisis ini membuat harga-harga kebutuhan di Venezuela meningkat lebih dari 2 juta persen per tahun. Upah minimum negara sekitar USD 6 per bulan. (int)

 

Komentar

Berita Lainnya