oleh

Video ‘Adu Domba’ Satpam SPBU Tebar Paku, Hoax dan Tidak Ditujukan untuk Ojol!

Beredar luas di sosial media, facebook dan instagram, dua orang petugas satuan pengamanan, Satpam, menebar paku di depan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Di dalam kepsen video itu ditulis Satpam menebar paku di depan SPBU Jakabring, yang lokasinya persis di seberang mal OPI, Jakabaring.

 

SUMEKS.CO berusaha mengkonfirmasi kebenaran video itu. Saat ditemui di kantornya hari ini, Sabtu (27/7/2019), Jefri, pengawas SPBU Jakabaring mengatakan video itu punya motif ‘mengadu domba’ antara kami dengan pengendara ojek online yang kerab mangkal di depan SPBU.

Klik disini:

Video pertemuan pihak SPBU Jakabaring dengan komunitas Ojol

Satpam kami di video itu, katanya, malah sedang mengumpulkan paku yang ‘ditebar’ oknum di depan SPBU agar pengendara yang masuk ke SPBU tidak celaka, jadi bukan menebar. “Jadi tidak mungkin Satpam kita menebar paku di jalan masuk ke SPBU, karena bisa membuat konsumen kita, yang akan mengisi minyak takut, yang tentunya akan merugikan kita,” jelasnya.

Jadi video itu hanya sepenggal saja, mungkin saat itu Satpam kita sedang bercanda melempar paku yang dikumpulkan itu dengan temannya di tepi jalan masuk, bukan ditengah jalan.

Anehnya, saat Satpam kita mengambil dan mengumpulkan paku itu kembali tidak ada video-nya. “Boleh saja dilihat, tidak ada paku itu, semua sudah dikumpulkan Satpam kita. Bersih!,” tegasnya.

Soal video yang dikaitkan dengan pengemudi ojek online, atau ada upaya menakuti ojek online yang mangkal di depan SPBU, pihaknya bahkan sudah bertemu dengan komunitas ojek online. Dalam pertemuan itu kita tegaskan tak ada masalah, dan para ojol pun menerima penjelasan kita.

“Boleh dilihat video-nya ada di instagram @ojekonlineplg disitu jelas ada pertemuan kita dengan komunitas ojol. Video hoax Satpam menebar paku itu memang ditujukan untuk mengadu domba kita dengan ojek online,” jelasnya.

“Hubungan kita dengan ojek online, baik itu grab dan gojek, sejak lama baik dan akrab. Tidak ada masalah,” cetus Jefri.

Namun Jefri hanya mengeluhkan, para pedagang makanan kaki lima yang konsumennya parkir sampai ke jalan masuk SPBU. “Posisi jalan masuk itu ‘kan ada yang tertutup tiang LRT, jadi kalau ditambah kendaraan konsumen rumah makan yang parkir sampai ke jalan masuk SPBU, jelas konsumen yang ke SPBU akan terhalang, dan juga sangat berbahaya,” keluhnya.

Sekali lagi Jefri menegaskan, tidak ada permasalahan dengan para ojol. “Mereka selama ini bebas saja mangkal di depan SPBU, tidak pernah kita melarang,” tutupnya. (jul)

Komentar

Berita Lainnya