oleh

Video Minta THR Viral,  Kapolres Muba: Tiga Anggota Diperiksa Ditpropam Polda Sumsel

SUMEKS.CO – Jagat media sosial dua hari terakhir dibuat geger dengan tayangan video diunggah Youtuber Benni Eduward dengan judul video ‘Pungli Pengawalan 5 Juta Oknum Satlantas Polres Muba’.

Video sendiri diunggah dalam dua bagian, part pertama berdurasi 24.25 menit, diunggah Kamis (14/5) dan part kedua berdurasi 16.09 menit diunggah Jumat (15/5). Video bercerita soal adanya penahanan 4 truk yang membawa alat berat tujuan dari Sekayu ke arah perbatasan Musi Rawas.

Truk yang konvoi tersebut di stop oleh dua mobil berisi anggota Satlantas, yang kemudian melakukan penahanan truk, atas pelanggaran yang dilakukan.

Salah satu rekaman pembicaraan diduga antara anggota Satlantas dengan pihak perusahaan mengungkap soal permintaan uang Rp5 juta, ini untuk THR, sekaligus perkenalan untuk mengawal kendaraan tersebut.

Oknum tersebut mengatasnamakan permintaan oleh Kasatlantas Polres Muba AKP Candra Kirana, permintaan tersebut ditolak hingga berujung dilakukan penilangan.

Tak lama, video berlanjut dengan adanya rekaman telepon antara sang Youtuber dengan orang diduga Kasatlantas Polres Muba, dalam rekaman orang diduga AKP Candra Kirana membantah meminta uang Rp5 juta.

Dia menjelaskan memang telah terjadi pelanggaran yang dilakukan.

Hanya orang diduga Kasatlantas itu meminta agar diberikan uang untuk THR kepada anggotanya tanpa harus diwajibkan nominalnya berapa dan akan dikawal hingga ke perbatasan Musi Rawas. Jika tidak dikawal konsekuensinya harus ditilang.

Benni Eduward sendiri dalam videonya menyayangkan masih adanya praktik pungli dan meminta agar Kapolri Idham Azis menindak tegas anggotanya yang bermain apalagi di situasi ditengah pandemi covid-19.

Sementara itu Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem melalui Paur Humas Iptu Nazaruddin Bahar membenarkan soal video youtube yang beredar terkait oknum satlantas Polres Muba.

Nazar menerangkan ketiga anggota oknum Satlantas dimaksud saat ini tengah menjalani pemeriksaan oleh Ditpropam Polda Sumsel.

“Ketiga anggota sudah ditarik dalam artian melalui TR dari Kapolres, ditarik dari Satlantas ke bintara Polres sambil menunggu hasil pemeriksaan. Kalau memang terbukti tentu akan dilakukan sanksi disiplin hingga kode etik,” cetusnya.

Nazar menerangkan pemeriksaan dilakukan lantaran videonya viral. “Jadi dilakukan pemeriksaan untuk melihat ada tidaknya pelanggaran disana,” katanya.

Dia menegaskan bahwa saat ini Polres Muba terus menerus melakukan pembenahan termasuk internal. “Kapolres menegaskan tidak boleh ada pungutan diluar ketentuan, baik dalam hal pelayanan maupun hal lainnya. Kalau ada masyarakat menemukan, segera laporkan ke kita pasti akan ditindak tegas,” pungkasnya. (kur)

Komentar

Berita Lainnya