oleh

Viral Video Mobil Dilempari Batu, Polda Sumsel: Korban Harus Segera Lapor

SUMEKS.CO – Beredarnya video mobil yang dilempari batu saat melintasi jalan tol yang menyebutkan lokasi kejadian di Mesuji, atau ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayuagung (Terpeka), hingga saat ini masih menunggu penyelidikan kasusnya.

Dari video berdurasi 2.20 menit itu, diketahui kejadian pada malam hari sangat gelap dan sangat sepi. Hanya ada terlihat salah seorang petugas tol yang menemui pengendara mobil untuk menanyakan perihal kejadian tersebut.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi MM, mengatakan hingga saat ini pihak kepolisian belum mendapatkan laporan mengenai kejadian itu.

“Kita belum dapat informasi tentang kejadian itu, bisa jadi masih di Sumsel atau sudah masuk Lampung,” terang Supriadi, saat dikonfirmasi Kamis (3/12/2020).

Jika memang terjadi seperti itu, Supriadi menegaskan agar korban langsung melaporkannya ke pihak kepolisian terdekat agar bisa ditindak lanjuti.

“Ya, jika menjadi korban sebaiknya melaporkan langsung kejadian tersebut ke Polisi terdekat. Atau bisa juga kepada petugas tol yang ada di sana,” terangnya.

Mengenai keamanan tol, sambung Supriadi petugas tol dan pihak kepolisian sudah rutin melakukan patroli. Namun dikarenakan patroli yang dilakukan tidak selalu di tempat yang sama jadi petugas patroli tidak bisa memantau setiap ruas tol sekaligus.

“Patroli itu pasti rutin dilakukan, petugas tol setiap saat melakukannya. Tentunya kita berharap, masyarakat atau pengguna jalan tol yang menjadi korban tindakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab harap segera melaporkan ke pihak kepolisian terdekat,” tandas Supriadi.

Sementara itu, kejadian yang menyebut terjadi di Mesuji, atau ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayuagung (Terpeka), dibantah Branch Manager PT Hutama Karya Ruas Terpeka Yoni Satyo.

Menurut Yoni, dalam video tersebut bukan terjadi di ruas tol yang dikelolanya. Kemungkinan terjadi di ruas tol yang dikelola Waskita Sriwijaya Tol (WST) di ruas Kayuagung-Jakabaring.

“Kalau melihat mobil patroli dan rompinya, bukan dari PT HK. Karena logonya tertulis WST,” jelas Yoni.

Meskipun begitu, pihaknya juga fokus dalam menangani adanya pelemparan batu yang juga kemungkinan terjadi di ruasnya. Yoni mengatakan, pihaknya telah bekerjasama dengan TNI/Polri dalam melakukan pengawasan rutin di ruas Terpeka.

“Kami secara rutin Memastikan langsung ke lapangan bahwa Jalan Tol HK kondusif. Bahkan HK mengerahkan 20 anggota TNI-Marinir dalam Kondisi Normal. Dan akan melakukan penebalan anggota/penambahan anggota pengamanan saat Nataru, baik TNI maupun dari Kepolisian,” jelasnya.

Selanjutnya, HK juga menempatkan pengawasan tidak hanya di gerbang tol, rest area dan setiap kantor HK. Namun juga daerah yang diduga rawan.

“Penjagaan ada tang standby di Gerbang Tol, Rest Area dan Kantor. Dan ada yg melakukan Observasi keliling Jalan Tol. Kami juga fokus di daerah yang diduga rawan, yaitu daerah perbatasan Sumsel – Lampung, di Sodong,” tandasnya.(dho/radarlampung.co.id)

 

Komentar

Berita Lainnya