oleh

Virus Corona Mewabah, Manchester United Tunda Tur ke China

MANCHESTER – Rencana Manchester United menggelar tur pra-musim ke China pada musim panas 2020, kemungkinan besar ditunda. Penyebabnya, tidak lain karena mewabahnya virus Corona di negara tersebut.

Dikutip Pojoksatu.id dari ESPN, United berencana kembali ke Asia musim panas ini, tetapi pembahasan rencana itu terhenti sementara. Pasalnya, wabah virus corona telah menginfeksi lebih dari 40.000 orang secara global, sebagian besar di Cina.

Manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer dan pasukannya diminta untuk menghabiskan setidaknya beberapa waktu di Cina selama tur pramusim mereka. United ingin mempromosikan pusat hiburan bertema klub di Beijing, Shanghai dan Shenyang, yang akan dibuka sebelum akhir 2020.

Belum ada keputusan final, tetapi ada juga pembicaraan tentang kemungkinan tur dipincahkan ke bagian lain di Asia, seperti India pada bulan Juli sebelum dimulainya Liga Premier musim 2020/21 pada 8 Agustus.

United memainkan pertandingan pemanasan di Singapura dan Shanghai musim panas lalu dan mengunjungi China untuk tur dua pertandingan di 2016. Mereka juga mengadakan pesta penggemar di Shenzhen untuk kemenangan 4-0 atas Norwich pada Januari sebagai bagian dari kampanye “I Love United”.

Virus Corona telah dinyatakan sebagai ancaman serius bagi masyarakat oleh pemerintah AS karena jumlah kematian di China mendekati 1.000 orang.

Striker Odion Ighalo, yang ditandatangani dari Shanghai Shenhua pada hari terakhir jendela transfer Januari lalu, tidak dibawa Solskjaer ke Spanyol untuk menjalani kamp pelatihan cuaca hangat.

Ia dikhawatirkan tidak lolos tes di imigrasi Inggris, karena telah berada di China kurang dari 14 hari lalu.

Ighalo, 30, tetap di Manchester dan belum mengambil bagian dalam sesi pelatihan penuh dengan rekan satu tim barunya.

Sumber telah mengatakan kepada ESPN bahwa United akan menunggu dan melihat sebelum membuat rencana pasti tur musim panas mereka. MU telah menghabiskan empat dari enam musim panas terakhir mereka di Amerika Serikat.

Mungkin mereka akan kembali ke Amerika Utara jika situasi (penanganan Virus Corona) di Asia tidak membaik.(fat/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya