oleh

Vonis Mati untuk Lima Pembunuh

Sumeks.co-Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan menjatuhkan vonis mati kepada Moh. Sohib Senin .  Pria 46 tahun asal Desa Kwanyar Barat, Bangkalan, itu terbukti terlibat dalam perampokan dan pemerkosaan yang disertai pembunuhan di Pantai Rongkang.

Vonis tersebut sama dengan vonis untuk empat rekan Sohib. Yakni, Jeppar, 28, warga Desa Tebul; Muhammad, 32, warga Desa Kwanyar Barat; Moh. Hajir, 52, warga Desa Dlemer; dan Mat Beta, warga Desa Kwanyar Barat. Seluruhnya berasal dari Kecamatan Kwanyar. Dengan demikian, kelimanya mendapat hukuman mati.

Pembunuhan sadis itu terjadi pada 2017. Saat itu, Ahmad, 20, dan Ani Fauziyah, 17, warga Desa Banyubesi, Kecamatan Tragah, dilaporkan hilang. Beberapa waktu kemudian, mayat sejoli yang tinggal kerangka tersebut ditemukan di perbukitan Pantai Rongkang.

Dari penelusuran polisi, dua remaja itu dirampok, lalu dibunuh. Ani bahkan diperkosa secara bergilir sebelum dihabisi dengan sadis. Setelah kedua korban meninggal, para pelaku menggondol perhiasan dan motor korban.

Insiden tragis itu diketahui terjadi pada Sabtu, 22 Juli 2017. Para pelaku bejat bin sadis tersebut akhirnya satu per satu dibekuk anggota Polres Bangkalan. Sohib baru tertangkap pada Jumat, 8 Februari lalu.

Bachtiar Pradinata, kuasa hukum Sohib, menyatakan bahwa vonis mati untuk kliennya memang sama dengan terpidana lain. Pihaknya akan mengajukan banding. Menurut dia, banyak fakta sidang yang tidak dipertimbangkan majelis hakim. ’’Atas hal itu, insya Allah kami menyatakan banding. Waktunya tujuh hari,’’ tegasnya.

Kasipidum Kejari Bangkalan Choirul Arifin menyatakan, vonis mati tersebut sama dengan tuntutan jaksa. Karena itu, pihaknya merasa puas. Dalam membuktikan fakta-fakta di sidang, hakim bertindak sesuai dengan tuntutan jaksa. ’’Itu sesuai dengan perkara sebelumnya. Jadi, sama-sama klop, divonis mati,’’ terangnya.

Dia menanggapi biasa saja rencana kuasa hukum Sohib untuk mengajukan banding. ’’Itu hak terdakwa. Sudah biasa seperti itu. Pasti kuasa hukumnya semaksimal mungkin membela kliennya,’’ ujarnya.

Wakil Ketua PN Bangkalan Moh. Baginda Rajoko menyampaikan, bukti-bukti dalam sidang mengungkap fakta yang kuat bahwa Sohib terlibat dalam pembunuhan berencana disertai pemerkosaan. Karena itu, majelis hakim menjatuhkan hukuman mati.

Dari pemantauan wartawan Radar Madura di lokasi, sidang dimulai pukul 10.55 dan selesai pukul 12.05. Warga yang mengikuti sidang menyatakan puas karena putusan hakim sesuai dengan tuntutan jaksa.

Maisaroh, ibu korban almarhumah Ani Fauziyah Laili, pingsan setelah mengikuti sidang. Sebelumnya, perempuan yang mengenakan daster hitam putih itu tak kuasa menahan tangis. Dia teringat nasib putrinya yang tewas secara mengenaskan.(radarmadura)

Komentar

Berita Lainnya