oleh

Wabub Berang, Dua kali Perbaikan Irigasi Kekeringan

-Sumsel-104 views
MURATARA – Musim kemarau ratusan hektar lahan pertanian di Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, alami kekeringan. Warga mengaku, lahan pertanian kekeringan lantaran saluran irigasi yang di bangun Pemerintah tidak berjalan dengan optimal.
Ari kelompok tani Karang Jaya yang sempat dibincangi menuturkan, saat ini sekitar 100 hektar sawah di wilayah mereka terbengkalai, lantaran irigasi yang dibangun di tabat gede tidak berfungsi. Warga berharap pembangunan yang dilakukan pemerintah tepat sasaran, sehingga bermanfaat luas bagi masyarakat.
“Ini sudah dua kali dibangun irigasi, tapi percuma dibangun dengan anggaran banyak irigasi tidak ada air,” katanya, kemarin (29/7). Pihaknya mengaku, selama ini mereka hanya mengandalkan sawah tadah hujan, karena saat ini air dari irigasi belum bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Dia mengatakan, untuk sementara ini hampir merata petani di wilayah mereka tidak digarap. Lantaran, saat ini semua sawah di sekitar wilayah Kelurahan Karang Jaya, alami kekeringan.
“Sekarang banyak yang tidak garap sawah karena air tidak ada,”bebernya. Sementara itu, Wakil Bupati Muratara H Devi Suhartoni yang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pembangunan irigasi tersebut sempat dibuat kesal. Pasalnya di 2017 lalu dia pernah mendatangi lokasi itu dan mengintruksikan intansi terkait untuk melakukan perbaikan irigasi.
Namun setelah melakukan sidak kembali di 2019 ini, dia menegaskan perbaikan yang dilakukan instansi tersebut tidak sesuai dengan arahan yang dilakukan. “Mereka nangkap air bocor, seharusnya dibangun bendungan itu di danau tabat gede kenapa sekarang dibangun melenceng jauh dari lokasi awal,” bebernya.
Pihaknya kembali mengintruksikan ke Dinas PU Bina Marga dan Dinas Pertanian untuk melakukan rapat koordinasi dan kembali melakukan perbaikan terhadap irigasi yang sudah dibuat sehingga bisa berfungsi secara maksimal. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya