oleh

Wacanakan Jam Sekolah Mundur, Jika Kabut Asap Makin Pekat

PALEMBANG – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Drs H Widodo Mpd saat ini tengah mengkaji untuk memundurkan jadwal jam belajar siswa. Apabila kondisi kabut asap akibat Karhutlah semakin membahayakan.

Sebab, bagi Widodo yang menjadi peioritas adalah kondisi kesehatan siswa dan guru. Khususnya di daerah yang terkena dampak Karhutlah, seperti Palembang, OKI, OI, Banyuasin dan Muba.

“Masih dikaji dan akan kami koordinasikan Dinas Kesehatan. Mengenai ambang batasnya, apabila memang sudah membahayakan, akan kita mundurkan,” kata Widodo kepada awak media, Kamis (8/8).

Sebuah helikopter terlihat berusaha memadamkan api karhutlah dengan metode water bombing. (foto:hatta/sumeks.co)

Saat ini di Sumsel, terdapat sekitar 80.000 orang sudah terkena ISPA. Mereka rata-rata terkena kabut asap yang pekat saat beraktifitas di pagi hari. Hal inilah sebetulnya yang jadi pertimbangan Widodo bagi siswa sekolah.

Jika memang mengalami pemunduran jadwal belajar, hal ini, lanjutkan akan langsung di koordinasikan dengan kabupaten/kota terkait. “Tentu akan kita prioritaskan,” tukas Widodo. (aja)

Komentar

Berita Lainnya