oleh

Wako ini Sebut Libur Ibarat Buah Simalakama

PAGARALAM – Pemerintah menetapkan 28 Oktober hingga 1 November sebagai libur panjang dan cuti bersama. Hal ini menguntungkan bagi sektor pariwisata di Pagaralam. Tapi sekaligus ancaman karena berlangsung di tengah pandemi COVID-19.

“Ini ibarat simalakama,” kata Wali Kota Pagaralam Alpian SH, saat dihubungi Senin (26/10).

Sebab diakui Alpian, tidak mungkin menghalangi orang pergi berlibur karena mengurangi pemasukan bagi pengelola wisata. Sementara di sisi lain, Pemkot sedang mengkampanyekan untuk tidak menggelar keramaian karena dikhawatirkan memicu penularan COVID-19.

“Tapi kata Pak Jokowi kesehatan dan ekonomi sama-sama penting,” tuturnya.

Alpian menambahkan, satu-satunya cara supaya ekonomi dan kesehatan tetap berjalan adalah dengan menerapkan protokol kesehatan. Yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan tidak berinteraksi secara fisik seperti jabat tangan. Dengan cara ini masyarakat tak tertular dari COVID-19. Sementara di sisi lain mereka bisa beraktivitas seperti biasa, berwisata misalnya.

“Harus diimbangi, supaya (ekonomi dan kesehatan) tetap berjalan,” ujarnya.

Alpian juga mengingatkan kepada pelaku wisata untuk tetap berhati-hati dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sebab katanya, tidak menutup kemungkinan muncul cluster baru yaitu dari objek wisata yang ramai ketika libur panjang.

Libur dan objek wisata memang dua hal yang berdekatan. Ibarat prangko, dua hal ini lengket. Sebabnya libur panjang merupakan momen bagi masyarakat untuk menghabiskan waktu berkunjung ke sejumlah objek wisata. Tak heran, ketika libur panjang, objek wisata di Pagaralam bakal ramai. Namun, di tengah pandemi seperti sekarang, keramaian adalah sesuatu yang dianggap menjadi sarana penularan COVID-19. (ald)

Komentar

Berita Lainnya