oleh

Wako : Jangan Kucilkan Warga Positif Covid-19

Pemkot Terima Bantuan Masker, Peralatan Cuci Tangan hingga APD

PRABUMULIH – Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM menyayangkan, jika ada warganya terkonfirmasi positif virus corona atau Covid-19 malah dikucilkan warga sekitarnya.

Seperti dialami tenaga kesehatan (Nakes) di Palembang, dikucilkan warga disekitar tempat tinggalnya. Padahal, mereka sebagai garda terdepan penanganan Covid-19.

“Jangan sampai hal itu terjadi di Prabumulih, beri dukungan dan semangat kepada warga terkonfirmasi positif. Jangan dikucilkan, kita awasi supaya tidak keluar rumah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19,” ujar Ridho di sela-sela menerima bantuan dari sejumlah pihak dan pelepasan penyemprotan massal disinpektan keempat kalinya di Kota Nanas ini, Selasa (21/4/2020).

Masih kata dia, bantu selama proses isolasi. Tekankan jangan keluar rumah, pakai masker, rutin cuci tangan, jaga jarak, konsumsi vitamin dan olahraga serta lainnya.

“Kalau disiplin, positif Covid-19 bisa sembuh sendiri. Termasuk di Prabumulih, bisa kembali normal tetapi memang semua warga harus patuh dan taat,” ujar suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini.

Bantuan diberikan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah kota (Pemkot) sebanyak 560 Alat Pelindung Diri (APD). Sebanyak 20 ribu masker bantuan dari Kepala Sekolah (Kasek), bantuan PTBA senilai Rp 150 juta, bantuan PT Tel berupa APD 1.000 Pcs dan 7 ribu masker kain dan medis, bantuan dari Alumni FH 87 berupa masker, Pertamina bantuan peralatan cuci tangan, dan lainnya.

“Terima kasih dan memberikan apresasi atas kontribusinya membantu Pemkot menangani masalah pandemik Covid-19 secara sama-sama,” aku ayah tiga anak ini.

Orang nomor satu di Kota Nanas ini, termasuk zona merah karena ada penularan lokal. Diharapkan, ke depan tidak ada lagi penularan lokal sehingga Prabumulih bisa keluar dari zona merah.

“Kita mengajak warga untuk mensosialisasikan masalah Covid-19, agar paham dan mengerti. Khususnya, agar tetap di rumah saja dan tidak keluar jika tidak mendesak,” sebut Politisi Partai Golongan Karya (Golkar).

Sebelumnya, masker sudah dibagikan kepada masyarakat. Lalu, sembako, penyemprotan disinpektan secara massal, dan lainnya.

“Kita mengajak masyarakat pakai masker, sudah kita berikan masker. Untuk bertahan di rumah, juga kita siapkan sembako,” terang ayah tiga anak ini. (03)

Komentar

Berita Lainnya