oleh

Walhi Ingatkan Pemda di Sumsel Soal Potensi Bencana Hidrometeorologi

PALEMBANG – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan mengingatkan pemerintah daerah untuk melakukan berbagai tindakan antisipasi bencana hidrometeorologi pada puncak musim hujan Januari-Februari 2021.

Direktur Eksekutif Walhi Sumsel M Hairul Sobri mengatakan pemda yang wilayahnya rawan bencana hidrometeorologi atau rawan banjir dan tanah longsor perlu meningkatkan berbagai tindakan pencegahan menghadapi cuaca ekstrem.

“Perubahan iklim menimbulkan bencana dengan dampak yang sangat luas yang dirasakan oleh masyarakat, kondisi tersebut menandakan ada sesuatu yang tidak beres dalam pengelolaan SDA di provinsi dengan 17 kabupaten/kota ini,” ujar Sobri di Palembang, Minggu (24/1).

Bencana tersebut berpotensi terjadi di Kota Palembang, Pagaralam, Lubuklinggau, Kabupaten Musirawas, Musirawas Utara, Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, dan OKU Timur.

Menurut dia, antisipasi yang perlu menjadi perhatian pemda, yakni menghentikan penyimpangan tata ruang yang menjadi salah satu penyebab banjir pada setiap turun hujan lebat dalam waktu yang cukup lama dan harus mengendalikan, bahkan bersikap tegas menghentikan investasi dan eksploitasi sumber daya alam (SDA).

Bencana hidrometeorologi, seperti genangan, banjir, banjir bandang, dan tanah longsor terjadi karena akumulasi kerusakan akibat kesalahan pengolahan dan pemanfaatan SDA serta eksploitasi karena kepentingan industri.

Banyaknya korban dan kerugian yang disebabkan bencana tersebut menunjukkan telah terjadi ketidakseimbangan ekologis, yang kemudian memicu perubahan iklim. (riz/fin)

Komentar

Berita Lainnya