oleh

WALHI Sumsel : Pembatasan Aktifitas Bikin Kualitas Udara dan Lapisan Ozon Membaik

PALEMBANG – Pencegahan dan penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah lewat kampanye Work From Home (WFH) atau Stay At Home (tetap di rumah) memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Seperti yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumsel, Hairul Sobri. Dikatakannya, berdasarkan kajian terbaru, sejak seluruh dunia menerapkan pembatasan aktifitas, lapisan ozon kini berangsur pulih.

“Salah satunya disebabkan oleh berkurangnya kegiatan industri secara signifikan di seluruh dunia. Kajian ini disampaikan oleh peneliti di Colorado, Amerika Serikat juga bisa kita lihat pada hasil citra bumi yang dikeluarkan NASA,”ungkap Sobri.

Dikatakannya, sebelum terjadi pembatasan aktifitas terkait Covid-19, industri menjadi penyumbang terbesar zat kimia chlorofluorocarbon (CFC). Zat inilah yang mereduksi kemampuan lapisan ozon sebagai perisai bagi bumi, dalam menyerap radiasi ultraviolet matahari.

“Kami juga meyakini hal ini terjadi di Indonesia dan tentunya Palembang. Dari sisi lingkungan, jika semua  pihak termasuk industri mematuhi protokol pemerintah untuk mengurangi aktifitas, maka kami yakin ozon akan semakin membaik,”jelasnya.

Begitu juga kualitas undara di kota Palembang. Seperti pada data Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumsel per 20 Maret yang menunjukkan kadar karbon monoksida (CO) di kota Palembang sempat mencapai angka 0.

Sedangkan untuk kadar Hidro Carbon hanya mencapai 2,4. Angka tersebut menandakan kualitas udara di kota Palembang mencapai kategori sangat baik. Bahkan saat ini, kualitas udara di Palembang telah menunjukkan angka dibawah kadar ISPU.

Dimana pada 1 Maret karbon monoksida (CO) di angka 14,21 dan Hidro Carbon (HC) dikisaran angka 15,4. Kondisi tersebut sebelum diberlakukannya kebijakan WFH dan pengurangan aktifitas sosial.

“Pada jam-jam tertentu, angka ISPU menunjukkan kategori sangat baik. Seperti pada pukul 08.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB. Bahkan untuk angka CO dan SO cenderung tidak terindikasi,”kata Kepala DLHP Sumsel, Edward Chandra. (aja/kos)

Komentar

Berita Lainnya