oleh

Walikota Alpian: Saya Tidak Anti Kritik

-Sumsel-119 views
SUMEKS,CO – Pemerintahan Walikota dan Wakil Walikota Pagaralam Alpian SH dan Muhammad Fadli (Alfad) sudah berjalan setahun lebih. Duet ini perlu dikawal supaya program-programnya berjalan on the track.

Demikianlah kira-kira benang merah dialog interaktif di Graha Pena Pagaralam Pos Jalan S Parman Kelurahan Beringin Jaya Kecamatan Pagaralam Utara. Diskusi yang dimulai sekira pukul 14.00 WIB berjalan santai tapi serius, dipandu Syahril Romadhon Alamsyah sebagai moderator.

Wako Alpian, Wawako Fadli, mantan Kabareskrim Susno Duadji, Ketua DPRD Jenny Shandiyah, Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Sugara, aktivis mahasiswa meriung dalam satu atap tenda.

Dalam kesempatan Wako Alpian mengatakan, tidak anti dengan kritik. Asalkan kritik ini sifatnya membangun, Alpian bilang, silahkan saja disampaikan kepadanya. “Silahkan kritik program-program kami,” ucapnya.

Menurut Alpian, kritik yang sifatnya membangun sangat dibutuhkan. Ini kata dia, dapat digunakan pemerintahan yang dipimpinnya sebagai bahan koreksi. “Mari kita perbaiki dan benahi sama-sama,” ajaknya.

Wawako Fadli menambahkan, merefleksikan setahun kepemimpinan Alfad harus membaca beberapa tahun sebelum itu. Ini kata dia, supaya mendapatkan gambaran yang utuh.

Sementara Ketua DPRD, Jenny Shandiyah mengakui, sejauh ini kepemimpinan Alfad masih berjalan on the track. Meski diakuinya, ada program yang belum berjalan pada tahun pertama. Jenny pun memastikan, lembaganya akan terus melakukan pengawasan.

Mantan Kabareskrim Susno Duadji menilai kinerja Alfad dalam setahun ini sudah menuai hasil yang positif. Salahsatu contohnya disebutkan Susno, adalah pengelolaan bandara Atung Bungsu sudah diserahkan kepada kementerian perhubungan. “Ini merupakan langkah yang baik,”ujarnya.

Khawatir Lahan Pertanian Menyusut

Minang Apriwijaya sementara itu menyampaikan kekhawatirannya akan berkurangnya lahan pertanian di Pagaralam. Indikasinya kata Minang adalah maraknya kapling tanah di pelbagai wilayah Pagaralam.

“Lama-lama lahan pertanian di Pagaralam ini akan berkurang,”ujarnya seraya menambahkan Pemkot perlu mengeluarkan semacam peraturan daerah untuk mengantipasi hal itu.

Menanggapi kekhawatiran itu, Alpian berpandangan, kapling tanah belum mencapai dalam tahap yang mengkhawatirkan. Ia menyebutkan, lahan perkebunan yang berubah jadi kapling masih sedikit bila dibandingkan luar area perkebunan di Pagaralam. “Hanya memang untuk di kawasan tertentu akan perlu filter berupa IMB (izin mendirikan bangunan),” tuturnya. (ald)

Komentar

Berita Lainnya