oleh

Wapres Sebut Pemerintah Siapkan Rp 22 T untuk Pemanfaatan Teknologi

SUMEKS.CO- Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan pemerintah akan terus mendukung layanan digital. Khususnya di sektor pendidikan. Saat ini dunia pendidikan berbasis digital terus mengalami kemajuan. Diharapkan bisa berkontribusi dalam mewujudkan pemerataan pendidikan di Indonesia.

Pesan tersebut dia sampaikan saat menerima Pengurus Yayasan Memajukan Ilmu Kebudayaan (YMIK) di kediaman resmi Wapres di Jakarta, Selasa (7/7). Menurut Ma’ruf, dengan adanya pendidikan berbasis digital, bisa menghilangkan kesenjangan. “Saya kira ini suatu upaya yang luar biasa,” jelasnya.

Untuk itu, Wapres terus mendorong adanya terobosan dalam pelayanan pendidikan. Ma’ruf menjelaskan pemerintah terus berusaha untuk memajukan pendidikan. Khususnya dengan memanfaatkan teknologi yang mutakhir serta sesuai dengan zamannya. Dia bahkan menegaskan pemerintah telah menyiapkan dana untuk menunjang peningkatan pemanfaatan teknologi itu.

“Pemerintah mungkin akan menyediakan dana sekitar Rp 22 triliun,” jelasnya.

Dana tersebut dikucurkan supaya layanan teknologi meningkat dan bisa sampai ke pelosok. Kemudian dapat dimanfaatkan untuk mendukung layanan pemerintah, birokrasi, sosial, pendidikan, dan lainnya

Selain itu Ma’ruf mengatakan pendidikan berbasis digital juga mampu mendukung reformasi birokrasi. Saat ini pemerintah terus mengupayakan reformasi birokrasi. Tujuannya supaya memaksimalkan efisiensi pemerintahan. “Jadi, memang pendidikan (berbasis digital, Red) harus dimulai untuk melahirkan tenaga kerja yang siap,” paparnya.

Dalam kesempatan sebelumnya Calon Rektor dari Universitas Siber Asia (UNSIA) Jang Youn Cho menjelaskan mengenai adanya pendidikan tinggi yang menjadi program kerja sama antara Universitas Nasional (UNAS) dengan Hankuk University of Foreign Studies Korea. Kerjasama ini diberi nama Universitas Siber Asia (UNSIA). Universitas ini nantinya akan melakukan penerapan seratus persen perkuliahan dengan sistem jarak jauh (online) dan jadi yang pertama di Indonesia.

“Universitas Siber Asia merupakan universitas siber pertama di Asia Tenggara,” katanya. Mereka juga ingin meningkatkan standar pendidikan Indonesia sesuai dengan standar pendidikan dunia.

Rektor Universitas Nasional El Army Bermawi Putera menambahkan latar belakang penyelenggaraan penuh pendidikan digital untuk memberikan kualitas pendidikan terbaik di Indonesia.

“Seperti pidato Pak Jokowi, kita harus kolaborasi, kita harus inovasi, kita harus berpikir out of the box,” tandasnya.

Hal itu diharapkan bisa membantu mendorong kenaikan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi. Sekarang APK pendidikan tinggi baru mencapai 34 persen. Sementara di Korea sudah 96 persen, Malaysia sudah 51 persen, dan Singapura 82 persen.

Turut hadir mendampingi Wapres dalam pertemuan itu adalah Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar, Staf Khusus Bidang Reformasi Birokrasi dan Pendidikan Mohammad Nasir, dan Tim Ahli Wapres Bambang Widianto.(jg/jawapos)

Komentar

Berita Lainnya