oleh

Warga Ancam Blokir Jalan

PALI – Kelompok Tani Sinar Meriu Desa Batung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menuntut PT Golden Blossom Sumatera (PT GBS), untuk mengembalikan lahan seluas 1150 hektar.

Hal ini lantaran perusahaan perkebunan kelapa sawit itu dianggap telah menyerobot lahan milik kelompok tani tersebut. Permasalahan lahan di wilayah Bumi Serepat Serasan kembali mencuat saat puluhan warga Desa Betung yang tergabung pada Kelompok tani sinar meriu mendatangi kantor DPRD PALI yang langsung diterima ketua DPRD PALI H Asri AG dan ketua komisi I Suarno.

“Kelompok tani kami dibentuk tahun 1981 dan telah mengelola lahan itu. Tetapi saat ini diserobot PT GBS. Untuk itu kami meminta lahan itu dikembalikan, kerana lahan diserobot seluas 1.050 hektar,” ungkap Hasan Basri, Ketua Kelompok Tani Sinar Meriu.

Selain menuntut lahan dikembalikan oleh PT GBS, pihaknya juga meminta PT EPI, perusahaan mobilisasi batubara yang telah membangun akses jalan yang dianggap kelompok tani tersebut telah memakai lahan mereka untuk melakukan ganti rugi.

“Untuk jalan PT EPI, lahan kami ada yang dipakai sepanjang 5.000 meter dengan lebar 30 meter. Karena jalan itu telah dibangun, kami minta ganti rugi, sebab lahan yang dipakai adalah lahan milik kelompok tani,” katanya.

Dikatakanya, bahwa pihaknya juga meminta kedua perusahaan itu untuk membuka saluran sungai yang ditimbun dengan membuat gorong-gorong. Untuk itu pihaknya juga bakal melakukan aksi lanjutan apabila tuntutannya tidak ada respon.

“Alhamdulillah tadi telah difasilitasi dewan untuk lakukan pertemuan dengan PT EPI, hanya yang disayangkan dari pihak GBS tidak hadir. Namun dalam dua minggu kedepan akan ada pertemuan lagi. Kalau tidak ada tanggapan atau tidak ada respon, kami akan blokir jalan kedua perusahaan itu,” jelasnya.

Sementara, Manager operasional PT EPI, Jabat mengemukakan, bahwa pihaknya telah melakukan pembelian lahan untuk bangun jalan dari warga setempat yang saat ini diklaim kelompok tani Sinar Meriu. “Surat menyurat pemilik lahan menjadi dasar kami untuk lakukan pembelian lahan. Dan hal itu sesuai prosedur kami sebelum membangun jalan,” terangnya.

Sementara pihak PT GBS hingga kini belum bisa mengeluarkan statement terkait tuntutan kelompok Tani Sinar Meriu. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya