oleh

Warga Desa di Muratara ‘Menjerit’, Kapan Listrik Masuk Desa Mereka?

-Sumsel-117 views

SUMEKS.CO – Hingga saat ini, sebagian warga di wilayah Kabupaten Muratara masih tinggal dalam kegelapan pada malam hari. Warga hanya mengandalkan genset untuk membantu penerangan.

Nardi, warga Desa Noman Lama, Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan mengungkapkan bahwa warga yang tinggal di kampung 9, Rompok Minak belum mendapat aliran listrik.

Ratusan kepala keluarga di rompok ini bertahan hidup dengan mengandalkan genset. “Tidak ada jaringan listrik sampai ke sana, jangankan listrik untuk keluar masuk ke Minak, warga hanya mengandalkan aliran sungai karena tidak ada jalan darat,” ungkapnya.

Mayoritas warga Minak, katanya, berprofesi sebagai buruh sadap karet. Warga di desa ini secara swadaya atau ‘patungan’ membeli minyak untuk genset.

“Satu genset biasanya dipakai menerangi 5 sampai 7 rumah. Itu pun hanya satu lampu,” jelasnya.

Nardi mengungkapkan, masyarakat di Rompok Minak awalnya mencapai 400 KK lebih. Wilayah ini juga sangat dekat dengan wilayah desa lainnya, seperti Rompok Napal Maling, Desa Embacang, Kecamatan Karang Jaya.

Sejak harga karet turun, jumlah penduduk Rompok mulai berkurang. Sebagian warga masih memilih bertahan dan sebagian lagi memilih keluar mencari nafkah lain. “Disana tadinya ramai, ada masjid ada sekolah, banyak rumah permanen. Sekarang sepi di tinggal warga,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Koko, salah seorang guru garis depan di wilayah tersebut. Ia mengungkapkan, kondisi masyarakat Rompok Minak memang minim penerangan di malam hari.

Plt Sekda Muratara H Zaenal Arifin juga pernah melakukan peninjauan ke lokasi tersebut dan sempat menjanjikan akan mengusulkan bantuan penerangan ke Bupati Muratara, khususnya untuk masyarakat Rompok Minak.

“Tapi sampai sekarang belum terealisasi, warga disana sangat berharap pemerintah hadir. Karena mereka memang membutuhkan penerangan,” tutupnya.

Informasi di himpun, krisis penerangan juga dirasakan sejumlah masyarakat di wilayah Muratara. Seperti di wilayah Dusun V, Desa Trans Air Bening, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara, dan di Desa Lubuk Kumbung, Kecamatan Karang Jaya, warga di wilayah ini mengandalkan panel tenaga surya dan genset untuk penerangan sehari-hari.

Sebelumnya, di wilayah Muratara sudah pernah dilakukan pembangunan Gardu Induk di wilayah simpang Kabu, Kecamatan Rupit, Muratara, untuk mengatasi kerisis energi di wilayah ini.

Bangunan itu sempat terkendala, dan bangunan itu belum rampung dikerjakan. Bupati Muratara, H Syarif Hidayat sempat melakukan pengecekan secara langsung ke lokasi pembangunan GI. dan berjanji akan menyampaikan ke pihak PLN, agar pembangunan GI di wilayah Muratara secepatnya di rampungkan. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya