oleh

Warga Keluhkan SPBU Layani Pembeli Dirigen

-Sumsel-245 views

MURATARA – Sejumlah warga keluhkan keberadaan SPBU Mini di wilayah Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara yang sering melayani pengisian BBM subsidi, menggunakan derigen. Warga mengaku, tidak jarang mereka yang membawa kendaraan mengaku harus berebut antre hingga berjam-jam.

Edo salah satu pengendara yang sempat dibincangi, Kamis (5/12) mengaku mengeluhkan pelayanan SPBU yang berada di wilayah Muratara, khususnya di SPBU Mini di Kecamatan Nibung. Dia mengungkapkan, tidak jarang saat SPBU itu membuka penjualan sudah banyak warga yang mengatre menggunakan derigen.

“Seharusnya SPBU mendahulukan pengendara untuk mengisi bahan bakar, tapi ini justru sebaliknya yang bawa derigen di isi duluan padahaln SPBU tidak boleh melayani pengisian menggunakan drigen,” katanya. Dia berharap, pihak terkait bisa melakukan pengawasan lebih lanjut, selain itu tidak sedikit juga warga mencurigai jika BBM yang dijual melalui drigen tersebut digunakan untuk kepentingan perusahaan.

Terpisah, Roby Kepala Depot pertamina Lubuklinggau yang membawahi SPBU di Muratara, mengungkapkan. Sampai saat ini untuk ketersediaan stok dan pasokan dari pertamina ke SPbU berjalan cukup baik. “Untuk stok di wilayah kita aman, namun untuk permasalahan keluhan nanti bisa langsung di sampaikan melalui nomor 135 via cal centere. Nanti informasi itu bisa di terusakan kebidang yang menanganinya langsung,” ucapnya singkat.

Sementara itu, Faruk pengelola SPBU Mini di Kecamatan Nibung mengatakan, dalam tiga hari mereka mendapati pasokan BBM 3 ton. SPBU Mini memang diperuntukkan bagi masyarakat yang tinggal daerah terpencil. Pihaknya menyampaikan, tidak bisa melakukan pelarangan total pengisian BBM menggunakan drigen.

Karena banyak warga maupun perusahaan yang melakukan pengisian untuk memenuhi kebutuhan mereka. “Pelanggan kita di sini cuma dua, masyarakat dan mobil mobil perusahaan. Tapi penggunaan derigen juga kami batasi. Itu boleh dilakukan karena banyak wilayah kita yang belum terjangkau SPBU,” bebernya.

Dia mengau, memilii target 80 ton minyak/satu bulan harus di habiskan. “Ita tidak boleh melakukan penimbunan, jadi kouta minyak itu harus di habiskan,” timpalnya, dia mengungkapkan pihaknya sering terkendala jika kouta minyak itu sering tidak habis ketika menjelang sejumlah perusahaan libur kerja seperti saat lebaran.

Faruk tidak menampik, jika mereka sering melayani pembelian BBM mengunakan drigen. Namun kondisi itu diperbolehkan selama kouta mereka tersedia dan mencukupi. “Di sini minyak sering tidak habis, karena kouta itu tidak boleh di simpan jadi mau tidak mau harus kita jual,” tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya