oleh

Warga Laporkan Keberadaan TKA Asal China ke Imigrasi

MUARA ENIM – Keberadaan tenaga kerja asing (TKA) asal China di Desa Suban Jeriji, Kecamatan Rambang Niru, Muara Enim, dilaporkan warga kepada pihak kantor Imigrasi Kelas II non TPI Muara Enim.

Soalnya tenaga kerja asing (TKA) asal China bekerja diperusahaan PT Abdi Bersama Link (ABL) selaku subkontrak pembangunan tower sutet PT HBAP diduga melakukan pengrusakan hutan lindung/konservasi yang digunakan untuk kegiatan pembangunan tower sutet.

“Dalam kegiatan pembangunan tower sutet oleh PT ABL tersebut pekerja asal China diduga melakukan pengrusakan hutan lindung/konservasi dan tidak adanya ahli fungsi hutan dari Kementerian KLHK,” ujar Muslim anggota LSM Gerakan Pemuda Rambang (GEMPAR), Rabu (22/7).

Selanjutnya poin yang dilaporkan ke Kantor Imigrasi Muara Enim, kata dia, kegiatan pembangunan tower sutet tersebut PT ABL tidak member kesempatan orang lokal untuk bekerja. Kemudian, terjadinya polusi udara yang diakibatkan aktivitas transportasi kendaraan material PT ABL.

Selain itu, lanjut Muslim, proses hukum TKA asal China atas nama Hi Chen selaku PM Project PT ABL memerintahkan penebangan hutan kawasan dan HTI PT MHP. “Selain melaporkan terkait keberadaan TKA asal China ke Imigrasi Muara Enim. Kita juga telah menyampaikan laporan ke Polres Muara Enim akan mengadakan aksi damai kepada PT ABL pada tanggal 28 Juli nanti,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Imigrasi Muara Enim Made Nur Hepi Juniarta SH Map melalui Kasi Wasdaskim Macmudi SE ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan terkait TKA asal China di Desa Suban Jeriji. “Benar. Namun dalam waktu dekat kita akan kroscek kelapangan untuk mengetahui permasalahan yang sebenarnya,” jelasnya.

Terpisah, Kabag Ops Kompol Suhardiman SH MH ketika dikonfirmasi terkait aksi damai LSM Gerakan Pemuda Rambang di PT ABL mengaku belum mengetahui. “Laporannya belum saya lihat. Nanti saya lihat dulu laporannya ya,” ujar Suhardiman disela-sela kegiatan simulasi penanganan bencana karhutla. (ozi)

Komentar

Berita Lainnya