oleh

Warga Minta Gua ini Diperhatikan

RUPIT – Hunian prasejarah masa lampau di Desa Napal Licin, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara, diminta terus dilestarikan. Warga mengaku, selain ditemukan sejumlah peninggalan prasejarah, Gua Napalicin juga mengandung nilai historis tinggi, karena menyimpan jejak-jejak kebudayaan leluhur.‎

Sudah tidak asing lagi di mata masyarakat Muratara, keberadaan Gua Napalicin cukup disakralkan. Karena menyimpan segudang misteri peradaban manusia masa lampau yang saat ini diperkirakan menjadi cikal bakal penduduk sekitar.

Beberapa penelitian ilmiah yang dilakukan arkeolog dari dalam maupun luar negeri dilakukan di dalam gua ini. Pernah membuktikan penemuan sejumlah artefak seperti Batu Gigi Petir, Kerakal, Kapak perimbas dan temuan arang, gerabah dan lainnya menunjukkan adanya peradaban yang berkembang di dalam gua.

Asrof, warga Rawas Ulu mengatakan, karena sakralnya keberadaan Gua Napalicin bagi masyakat setempat. Pihaknya mendesak pemerintah melakukan upaya pelestarian dan mengusulkan Gua Napalicin menjadi situs bersejarah.‎

“Itu sangat perlu di perhatikan, karena saat ini banyak warga mengambil pupuk kelelawar dan batu dari dalam gua,” timpalnya.

Dia menimpali, ada beberapa versi legenda yang berkembang di masyarakat mengenai Gua Napalicin.
Diantaranya, Gua Napalicin merupakan kapal karam yang disumpah Serunting Sakti menjadi batu dan versi lainnya Gua Napalicin merupakan lokasi hunian migrasi leluhur tempo dulu.

“Sekitar satu kilo meter dari gua turun ke arah sungai di bagian hulu, ada batu muning seperti meriam (batu selindrik, red), panjang dua meter tinggi setengah meter. Itu peninggalan jaman dulu sebagai tanda tempat leluhur,” ucapnya.

Menurutnya, Batu Muning atau Batu Meriam sampai saat ini dijadikan lokasi keramat dan sangat disakralkan masyarakat setempat. “Mungkin dulu Goa Napalicin itu rumah besar, karena dari aliran sungai cukup tinggi sekitar 50 meter. Di dalam gua ada lorong menghubungkan empat bukit. Bukit batu, bukit semambang, bukit payung dan bukit karang nato semuanya terhubung di dalam gua,” ungkapnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya