oleh

Warga Minta Pembangunan Ibu Kota Muratara Terarah

MURATARA-Masyarakat Muara Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, impikan pembangunan ibu kota humanis dan terarah. Meski sudah ada perubahan, namun warga mengaku selama lima tahun terakhir, belum banyak realisasi pembangunan khususnya di wilayah ibu kota Muratara.

Hanafiah warga Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit mengungkapkan. Kabupaten Muratara saat ini sudah menjadi daerah otonomi yang dilintasi jalan nasional. Muratara juga memiliki segudang kekayaan alam yang melimpah.

Namun warga mengaku Muratara, belum banyak perubahan terkhususnya di wilayah ibu kota kabupaten. “Sepanjang tahun kita cuma melihat jalan nasional inilah yang dibangun, tapi bangunan dan fasilitas umum lainya belum ada yang di bangun,” katanya, Kamis (9/7).

Menurutnya, program pebangunan yang dilakukan pemerintah daerah saat ini, belum terfokus secara maksimal. dengan motode pembangunan tersebar ke seluruh wilayah, secara otomatis dampak pembangunan belum terasa secara maksimal.

“Pemerintah kita sekarang ini membangun kecil kecil, jalan 100-200 meter di kecamatan A, lalu bangun lagi jalan 100-200 meter di kecamatan B. Jadi jalan belum tersambung banyak yang rusak duluan,” ujarnya.

Pihaknya berharap ke depan, pemerintah daerah membangun dengan secara totalitas, terpokus dan terarah. Sehingga dana pembangunan yang dikeluarkan negara memberikan dampak perubahan ke masyarakat.

“Harapan kami begitu, satu tahun ini di fokuskan dulu di satu kecamatan. Tahun ke dua, di fokuskan di kecamatan lainnya. Jadi dampak pembangunan itu terasa karena pembangunan menumpuk di satu kecamatan dalam satu tahun,” ujarnya.

Warga mengaku, dengan pembangunan terfokus, setidaknya negara bisa lebih menghemat anggaran perawatan. Dan tidak perlu mengggarkan perbaikan kembali dalam waktu dekat, lantaran pembangunan yang dilakukan secara satu kali tahap.

Terpisah, sebelumnya Asisten II Pemda Muratara bidang ekonomi dan pembangunan, Suharto Patih mengungkapkan, untuk capaian pembangunan di Kabupaten Muratara sudah cukup banyak. Meski kabupaten Muratara merupakan daerah pemekaran baru, namun sudah mampu bersaing dengan daerah lain di Provinsi Sumsel.

“Kita melakukan investasi pembangunan secara bertahap. Karena kita kabupaten baru tentunya banyak kekurangan yang harus dipenuhi. Tahun ini kita akan bangun pusat kompleks perkantoran dan ibu kota,” ujarnya.

Pemerintah daerah mengaku, sengaja tidak membangun fasilitas perkantoran terlebih dulubdi ibu kota kabuatrn, karena memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar bagi masyarakat.

“Hampir merata seluruh kantor instansi di daerah kita masih menyewa di bangunan milik warga. Bupati memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar dulu, untuk masyarakat baru terakhir untuk fasilitas gedung dan lainnya,” tegasnya.

Terkait permaslaahan lainnya, pemerintah Daerah tentunyan akan melakukan pembangunan khususnya di wilayah ibu kota Kabupaten. Namun pembangunan itu akan dilakukan secara bertahap. “Kita tidak hanya memfokuskan pembangunan fisik saja, namun juga pembangunan SDM masyarakat Muratara,” turupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya