oleh

Warga Pulau Semambu Belajar Membuat Pakan Ikan Berbahan Baku Lokal

Sumeks.co – Tim Dosen Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya mengadakan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertempat di Pulau Semambu Dusun III, Kabupaten Ogan Ilir. Dalam kegiatan ini, warga diajari untuk membuat pakan ikan berbahan baku lokal.

Selain meningkatkan ekonomi masyarakat, kegiatan ini juga menjawab kesulitan masyarakat sekitar yang saat ini terdampak pandemi. Mereka terkendala biaya operasional yang harus dikeluarkan untuk membeli pakan ikan komersil yang harganya kian tinggi. “Pandemi juga membuat gairah masyarakat berwirausaha semakin menurun,”ungkap Yulisman M.Si Ketua Tim Pengabdian Masyarakat.

Dengan menciptakan pakan mandiri, pembudidaya ikan di Pulau Semambu ini diharapkan tidak lagi menghadapi kendala. Sebab dijelaskannya, teknik pembuatan pakan ikan ini berprinsip pada bahan yang sederhana dengan memanfaatkan sumber-sumber bahan baku yang murah dan mudah didapat, serta mengandung gizi yang dibutuhkan oleh ikan. Diantaranya, ampas tahu, tepung ikan rucah, bungkil kedelai, biji kopi, bongkol nanas, daun ubi dan dedak tergantung dari kelimpahan bahan di setiap daerah.

“Pakan mandiri yang akan dibuat harus memiliki keseimbangan protein, lemak, dan serat untuk kebutuhan ikan tertentu akan memacu pertumbuhan ikan yang cepat besar, akan tetapi bila nutrisi yang dibutuhkan ikan kurang maka pertumbuhan ikan akan lambat berakibat pada biaya dan waktu panen yang cukup lama,”ujarnya.

Yulisman Msi (kanan) dan perangkat Desa (kiri)

Sebagai contoh, untuk ampas tahu yang bisa didapat masyarakat di Indralaya, memiliki kandungan protein 21,23 – 26,60 %, karbohidrat 19,00 – 41,3 %, lemak 16,22 – 18,3 %, serat kasar 29,59%, kadar abu 5,45%, dan kadar air 9,84%. Ampas tahu ini merupakan bahan sumber protein nabati yang berfungsi mensuplai kandungan protein nabati pada pakan ikan. Ampas tahu digunakan sebagai bahan alternatif karena selain merupakan penyebab limbah di perairan ataupun didarat juga masih memiliki kandungan nutrisi pakan yang berguna untuk pembesaran ikan.

“Disamping itu, kami juga memberikan edukasi mengenai manajemen pemberian pakan yaitu dengan memberikan informasi tentang kebutuhan pakan ikan meliputi feeding time, feeding rate, dan feeding frekuensi,”ujarnya Yulisman.

Ditambahkan Kodrat Puja Kesuma, S.TP selaku praktisi sekaligus Ketua Kelompok Pembudidaya, lewat kegiatan pengabdian masyarakat Prodi Budidaya Perairan ini, pihaknya mulai melihat titik terang dari kendala yang dihadapi selama ini. “Kami berterima kasih kepada bapak yulisman dan tim yang sudah meluangkan waktu, tenaga serta ilmunya untuk dibagikan kepada masyarakat desa ini. Sehingga nantinya kami bisa secara mandiri memproduksi ikan secara berkelanjutan,”tambahnya.

Setelah ini, tim Pengabdian Masyarakat ini akan kembali menggelar kegiatan berupa penyuluhan dan pendampingan mulai dari persiapkan kolam, benih ikan, pembuatan pakan, dan dilanjutkan sampai produksi atau panen dalam jangka waktu 4-5 bulan kedepan.(aja)

 

Komentar

Berita Lainnya