oleh

Warga Resah, Beredar Rumor Harimau Turun Ke Permukiman

MURATARA – Baru baru ini masyarakat kelurahan Karang jaya, kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, di gegerkan informasi munculnya harimau sumatera di hutan dekat permukiman mereka.

Warga mengaku, takut beraktivitas setelah mendengar rumor salah seorang warga yang berpasan langsung dengan hewan buas tersebut.

Elvis warga Kecamatan Karang Jaya yang sempat di bincangi, Jumat (3/1) mengungkapkan, informasi itu awalnya menyebar dari mulut ke mulut. Menurutnya, ada sejumlah kelompok warga yang tengah berburu batu tawon di sekitar hutan dekat permukiman lalu berpapasan langsung dengan hewan buas tersebut.

“Ngeri jugo, apo lagi kemarin sempat ramai berita harimau terkam warga di pagar alam. Di wilayah Muratara memang sarangnyo, bukan sekali duo kali warga bertemu harimau di wilayah kito,” katanya. Dia mengungkapkan, di era 1990 banyak kejadian harimau muncul di dekat permukiman, pasalnya wilayah Muratara berbatasan langsung dengan hutan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS).

Pihaknya berharap, informasi penemuan harimau itu segera ditindaklanjuti. Sehingga tidak menimbulkan keresahan warga, khususnya yang sering beraktivitas di sekitar hutan desa. “Banyak warga kito yang nyari rezeki dari hasil hutan, jual rotan, bambu, samo kayu bulat bulat. Rato rato laju takut galo,” timpalnya.

Sementara itu, Camat Karang Jaya, Makmun Habib membenarkan, jika pihaknya mendapat laporan mengenai keresahan warga itu. Setelah dia menyelidiki secara langsung dan menemui warga yang mengaku menjumpai harimau sumatera. Pihaknya meminta agar informasi itu tidak di besar besarkan.

“Yang nemu itu Guntur warga kelurahan karang jaya. Rumahnyo di belakang warung depan kantor camat karang jaya, informasinya dia nemu Harimau waktu mau mencari batu tawon,” jelasnya.

Pihaknya menegaskan, berdasarkan pengkuan warga yang dia temui. Ukuran telapak harimau itu sangat besar dan di prediksi merupakan jejak harimau dewasa. Pihaknya mengaku belum bisa menyimpulkan memgenai masalah itu, “Kita tidak bisa simpulkan itu harimau beneran atau harimau jadi jadian. Karena di Muratara ini masih kuat mitos harimau jadi jadian di masyarakat,” bebernya.

Untuk sementara, pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih berhati hati jika beraktivitas di sekitar hutan desa. Karena hutan yang berada di wilayah kecamatan Karang Jaya, memang berbatasan langsung dengan Hutan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS).

Sementara itu, Kapolres Muratara AKBP Adi Witanto, melalui Kapolsek Karang Jaya AKP Samosir, mengaku tidak bisa mempercayai informasi itu begitu saja, karena itu baru sebatas rumor yang beredar di tengah masyarakat.” Setiap informasi harus di teleti terlebih dulu sehingga tidak salah langkah. kita tidak tahu itu harimau betul atau bukan,” tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya