oleh

Warga Resah, Marak Tradisi Pesta di Bahu Jalan

MURATARA-Acara persedekahan menutup akses publik, mungkin menjadi fenomena tersendiri bagi masyarakat di Kabupaten Muratara. Pasalnya, sampai saat ini masih banyak warga yang menggelar acara hajatan. Seperti pernikahan hingga khitanan,menutup total jalan umum dan mendirikan tenda.

Meri (48) warga Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara mengatakan. Menggelar acara hajatan hingga menutup akses umum sudah menjadi tradisi turun temurun yang dilakukan oleh masyarakat di Muratara. Fenomena itu, sering kali dijumpai di sekitar Kecamatan Rupit dan wilayah Kecamatan Lainnya di Kabupaten Muratara.

“Itu asal mulonyo dari wong-wong besak jaman dulu. Kalu buat acara di depan rumah biar rami jalan di tutup di tengahnyo di pasang tenda. Itu sampai sekarang masih di pakai wong kito, mungkin zaman dulu sepi biar rami,” katanya, hari ini (12/4).

Menurutnya, dengan menggunakan akses jalan di depan rumah yang menggelar hajatan. Ada beberapa keuntungan tersendiri. Seperti tuan hajat tidak perlu terlalu jauh menyiapkan perlengkapan pesta, lokasi pesta mudah dijumpai. Dan informasi mengenai hajatan itu diketahui secara luas oleh masyarakat.

“Di daerah kito memang masih banyak tanah lapang, tapi jarang di pake kalau untuk hajatan. Warga kito dak galak repot, jadi pasang tenda di depan rumah itulah,” ungkapnya.

Dia mengaku, terkadang cukup terganggu jika ada acara pesta yang menutup total akses jalan umum itu. Menurutnya tradisi pesta di bahu jalan itu harus di hilangkan. Terlebih lagi Kabupaten Muratara sudah menjadi kabupaten defenitif yang tengah tumbuh dan berkembang. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya