oleh

Warga Resah, Minta Tutup Penggilingan Plastik yang Beroperasi Kembali

SUMEKS.CO – Warga Kompleks Arofatuna yang berada di dekat lokasi bekas kebakaran gudang plastik beberapa waktu lalu resah. Karena gudang penggilingan plastik beroperasi lagi sudah dua minggu, beberapa warga mendatangi pabrik dan berdiskusi bersama Camat Alang-Alang Lebar (AAL), Lurah dan Polsek Sukarami.

Tuntutan warga hanya satu yaitu tutup usaha penggilingan plastik karena warga masih trauma terkait kejadian kebakaran beberapa waktu lalu.

“Jangan sampai terulang lagi kalau pabrik ini beroperasi lagi kami pasti resah,” ujar Alan salah satu warga yang terkena dampak hampir terbakar rumahnya karena hanya berbatasan dinding. Apalagi, belum ada ijin terkait beroperasionalnya kembali pabrik tersebut.

Camat AAL Syahriansyah Ismail, mengatakan sebelum mendatangi lokasi pihaknya mendapat informasi dari warga karena telah dibukanya kembali pabrik penggilingan ini.

“Kami dari kecamatan memberikan surat dan teguran keras dan koordinasi dengan Satpol PP Kota Palebang untuk melarang beroperasinya lagi pabrik pengolahan plastik. Kita berharap Didi Kotan, sebagai pemilik jangan lari dari tanggung jawab karena ini belum selesai,” ungkap Camat saat melihat langsung kondisi pabrik yang sudah mulai beroperasi lagi Selasa (26/11) siang.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Jumat (20/9/2019) sekitar pukul 13.30 WIB, api melalap sebuah gudang yang dijadikan tempat pengepul limbah plastik, sekaligus rumah yang berada di area gudang dan sebagian belakang tiga rumah milik warga yang berada di Perumahan Istana Arofatuna ikut hangus terbakar.

Angin yang bertiup kencang membuat petugas terus berjibaku selama hampir enam jam untuk memadamkan api yang mengeluarkan asap hitam pekat.

Melihat api yang membumbung tinggi dari gudang yang berada di Jl Kol Sulaiman Amin (Noerdin Pandji), Km 7, RT 3/1, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL) itu sejumlah warga terus berteriak histeris.(dho)

Komentar

Berita Lainnya