oleh

Waspada, 13 Positif Penderita DBD

PAGARALAM – Dinas Kesehatan Kota Pagaralam mendata, ada sebanyak 13 kasus positif penyakit DBD. Yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti ini. Kondisi ini patut diwaspadai.

“Per tanggal 23 Januari 2019 ini, sudah terekam 13 kasus DBD. Mereka semua dinyatakan positif, bukan suspect,” ungkap Kadinkes Kota Pagaralam, Lily Ernani SE MKes. Melalui Kabid Pencegahan Penyakit Menular, Subur Wicaksono SKm, hari ini.

Dia menduga, temuan kasus DBD ini adalah mutasi. Maksudnya terang Subur, si penderita diduga sudah membawa bibit penyakit dari luar. “Kemungkinan sudah terkena gigitan nyamuk ini dari luar. Setelah menetap di Pagaralam beberapa waktu. Mengalami sakit atau gejala penyakit ini,” katanya seraya menambahkan Pagaralam sendiri bukan endemik DBD.

Kasus DBD ini kata Subur, tak sedikit yang menyerang anak-anak balita dan usia remaja. Seperti 13 kasus yang terekam ini.  10 diantaranya menyerang anak dibawah usia 14 tahun. “Berbahaya, bisa menyebabkan kematian. Salahsatu cirinya jika trombosit darah turun drastis. Diakibatkan pecahnya pembuluh darah yang ditandai dengan bercak merah di kulit,” bebernya ditambahkan Fitra Hayani SKM, staf pengelola program DBD.

Dikatakan Subur, pihaknya melakukan upaya antisipatif agar jangan sampai serangan penyakit ini meluas. “Angka kasus DBD di Pagaralam terekam mengalami kenaikan. Di Januari 2019 ini saja sudah terekam 13 kasus. Di 2018 sebanyak 30 positif DBD dan di 2017 sebanyak 23 kasus positif DBD,” sebutnya. (ald)

 

Komentar

Berita Lainnya