oleh

Waspada Ikan “Pembunuh ” Alligator dan Piranha Serang Palembang

SUMEKS.CO – Maraknya penjualan Ikan Ilegal Jenis Aligator dan Piranha pada Media Sosial membuat pihak Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Palembang, melakukan penyelidikan dan tindakan tegas secara langsung di wilayah kerjanya.

Adanya hal itu, pihak PSDKP Palembang, di pimpin langsung oleh Koordinator PSDKP Palembang, Maputra Prasetyo S. St. Pi. melakukan sidak langsung setelah mendapatkan laporan dari masyarakat pada salah satu Toko yang menjual Ikan hias yang diduga memiliki Ikan Aligator.

Dalam kegiatan pengawasan usaha budidaya dan penjualan ikan hias serta jenis-jenis ikan invasif di Toko Raja Aquatic , milik TW bertempat di Jalan Mgs. A. Rachman, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako, Palembang.

Pihak SDKP memeriksa perizinannya dan Toko itu memiliki SIUP Perdagangan Usaha Kecil, Sedangkan untuk komoditas usaha adalah aquascape, pakan, obat ikan, dan ikan hias yg terdiri dari Paco Albino, Waru, Oscar, Fay Feng, Dats NTT, Sepat, Gurame, Discus, Silver Dolar, Bass, Botia, Arwana, Bawal hias, Koi, Mas Koki, Botia, dan lain-lain yang ditempatkan di AQuarium kaca.

“Sebagian spesies tersebut masuk dalam Daftar Pisces yang berpotensi sebagai spesies Asing Invasif di Indonesia oleh BKIPM – KKP tahun 2014, tetapi belum ada peraturan tertulis untuk pelarangannya”, Kata Maputra di kantor PSDKP Palembang, Sabtu (28/12).

Dirinya juga mengungkapkan Asal ikan tersebut dari lokal, Jawa, dan Thailand (Mas Koki). Pakan yang digunakan antara lain merk Hikari untuk micro pelet dan carnivore pelet, dan cacing. Sedangkan obat yg digunakan antara lain obat penjernih air Avian, premium blue Akari, dan probiotik Hikari.

Selain itu, dalam pengawasan pihak PSDKP Palembang juga menemukan ikan Alligathor gar albino 1 ekor, di Toko tesebut.

Sehingga pihaknya melakukan pembinaan kepada pemilik Toko tentang ikan-ikan invasif yang termasuk di dalam Permen KP No. 41 Tahun 2014.

“Kami telah imbau pemilik Ikan untuk memusnahkan sendiri ikan itu, serta mengirimkan bukti dokumentasinya kepada pengawas perikanan Satwas PSDKP Palembang”, Sambungnya.

Saat ini juga, khususnya di wilayah kota Palembang telah banyak laporan maraknya penjualan Ikan Jenis alligator Gar (Atractosteus spatula) atau ikan aligator.

Jika dewasa, ikan mirip alligator atau buaya itu bisa sepanjang 1 meter. Giginya tajam dan berbahaya bagi manusia jika dipegang di darat. Ikan itu berhabitat asli di Sungai Amazon,Brazil dan Ikan Piranha adalah ikan air tawar omnivora yang hidup di sungai-sungai di Amerika Selatan.

Di sungai-sungai Venezuela, mereka disebut caribes. Mereka terkenal dengan gigi tajam dan pemakan daging. Oleh karna itu juga pihak kami meminta masyarakat untuk tidak memelihara dan membeli Ikan tersebut.

Karna, apabila Ikan itu di pelihara serta berada di kolam, sungai, atau danau, maka habitat dan populasi Ikan sungai lokal akan punah serta ekositem yang ada akan terganggu akibat Ikan Alligator atau Piranha yang dapat memangsa Ikan lainnya akibat Ikan pemakan daging itu.

Kedua Jenis Ikan itu, dari informasi yang pihak SDKP terima sekarang sedang marak penjualannya di Medsos termasuk di Kota Palembang dan telah banyak yang sudah memelihara.

” Kedua Ikan Air tawar itu tidak bisa di rilis pada sungai atau Danau kita, karna akan membunuh populasi Ikan lain bahkan memakan daging manusia, sangat bahaya kalau jumlahnya telah banyak bisa serang dan bunuh manusia”, katanya

Oleh Sebab itu, pihak PSDKP Palembang, berharap masyarakat akan sadar dan tidak memelihara serta mengembangbiakkan dan menjual belikan kedua Jenis Ikan yang juga merupakan perbuatan melanggar hukum yang telah di atur dalam undang-undang.

” Masyarakat harus sadar hukum, dan Ikan pembunuh itu sangat berbahaya. Jika mendapatkan atau memiliki lebih baik di matikan saja”, tegasnya

Pihak PSDKP Palembang akan terus melakukan tindakan pengawasan dan secara tegas akan menindak langsung bagi siapa saja yang memelihara atau mengembangbiakkan jenis – Jenis Ikan yang telah di larang masuk ke Indonesia. (ktr-1)

Komentar

Berita Lainnya