oleh

Waspada ! Masa Pandemi Bisa Picu Kejenuhan Belajar Siswa

PALEMBANG – Kejenuhan belajar mulai dialami sebagain pelajar. Tidak hanya di Sumatera Selatan (Sumsel) melainkan bisa dijumapi di penjuru tanah air di masa pandemi Covid-19. Kondisi ini harus disikapi serius pemerintah dalam upaya membangun generasi bangsa berkualitas.

Pengamat Sosial dan Pendidikan Sumatera Selatan DR. Syaiful Annur, M.Pd tak menepis hal itu. Justru jika kondisi ini berlarut-larut tidak menutup kemungkinan akan berdampak lain pada anak. “Ini harus disikapi semua pihak. Tidak hanya pemerintah, melainkan kita semua,” ungkap dosen tetap UIN Raden Fatah Palembang kepada sumeks.co, Kamis (3/12/2020).

Kejenuhan sebagaimana difahami bahwa bearti jenuh atau bosen dalam belajar. Banyak hal yang bisa terjadi pada siswa. Baik mengalami kelupaan dalam belajar hingga prilaku negatif lainnya yang bisa saja ia alami. Kondisi ini tentunya harus segera diantisipasi. “Bisa saja siswa berubah malas. Ini dampak dari kejenuhan, dan bisa dialami oleh siapa saja,” ucapnya.

Bahkan kata dia, kejenuhan belajar ini bisa dialami juga oleh siswa yang aktif belajar atau cerdas. Ciri-ciri adanya kejenuhan belajar pada siswa ini dapat dilihat dari keengganan siswa memperhatikan pelajaran, malas mengerjakan tugas-tugas, kurang memperhatikan penjelasan atau arahan guru dan bentuk negatif lainnya.

Meski proses belajar mengajar tersebut tersebut berlangsung lama, tetapi hasilnya tidak akan optimal. “Itulah dampak manakala rasa jenuh sudah mendera siswa. Ini harus diperhatikan serius,” imbuhnya. Terlebih dalam kondisi covid seperti ini, dimana siswa belajar secara daring (dalam jaringan) dengan minimnya bimbingan langsung, belajar terus menerus hingga membuat dia bosen.

Belum lagi minimnya interaksi timbal balik yang sebenanrnya hal itu sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar. Dan suasana seperti itu sulit dijumpai di masa pandemi ini. “Coba kita perhatian dengan seksama, dengan belajar lewat internet ya bukan belajarnya, tapi mencari program-program, bentuk-bentuk ilmu lain dari internet itu sendiri. Jadi pelajaran yang seharusnya dipelajari justru dikesampingkan,” terang pria yang saat ini menjabat Ketua Program Studi (Prodi) Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) FITK UIN Raden Fatah ini.

Kondisi itulah tambah dia yang terjadi pada pembelajaran di masa pandemi covid-19 saat ini. Minimnya bimbingan dan pengawasan secara langsung memberi dampak pada siswa. “Ini dapat dilihat dari indikator rendahnya hasil belajar siswa, dan ketuntasan dalam mengerjakan tugas-tugas. Dan masih banyak lain prilaku siswa yang menunjukan kejenuhan dalam belajar. Tentunya ini harus kita sikapi bersama, peningkatan mutu pendidikan ke depan,” pungkansya. (asa/fs/01)

Komentar

Berita Lainnya